BANGSA BESAR ADALAH BANGSA YANG MENGHARGAI BUDAYANYA SENDIRI

TELEVISI DAN PROGRAM ACARA NON FIKSI

TELEVISI DAN PROGRAM ACARA NON FIKSI

Oleh : Teguh Imanto

teguhs blog logo fin

Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dewasa ini secara tidak langsung terkontiminasi dari eksperimentasi pemikiran manusia tentang peran teknologi dalam menciptakan peradaban dunia, dimana kemunculan berawal dari sejak meletusnya revolusi industri. Berperannya teknologi dalam kehidupan manusia, ternyata membawa dampak yang cukup besar bagi perkembangan pergolakan pemikiran manusia hingga melahirkan pradigma baru dan sekaligus menciptakan peradaban yang lebih tinggi bagi masa depan kehidupan   masyarakat dunia. Suadah tak dapat dihitung lagi, berapa banyak hasil penemuan teknologi yang dapat dirasakan oleh masyarakat termasuk diri kita walaupun tanpa sadar kita tak peduli memikirkannya. Apapun teknologi yang tercipta adalah hasil dari eksperimentasi pergolakan pemikiran hingga menghasilkan suatu teori untuk kemudian dilakukan pengimplementasian dilapangan sampai akhirnya dapat menghasilkan suatu teknologi terapan, dimana nantinya akan berdampak pada peningkatan kualitas hidup masyarakat dari berbagai belahan dunia. Dampak dari hal ini, bisa dirasakan melalui berkembangnya berbagai macam perangkat teknologi dalam kehidupan di masyarakat dewasa ini dan salah satunya adalah teknologi dari media komunikasi. Sejak dicanangkaknya revolusi informasi selama dua dekade, manusia semakin dimudahkan untuk mendapatkan  informasi secara aktual dan faktual dari berbagai media, baik berupa media cetak maupun media elektronik. Televisi sebagai salah satu contoh media komuniakasi massa yang berbasis elektronik, ternyata mendapatkan dampak yang paling besar dari perkembangan teknologi informasi. Keberadaan televisi telah mendapatkan tempat di hati masyarakat sebagai salah satu media komunikasi yang memberikan informasi aktual dan faktual serta hiburan dimana proses penyebaran informasi tersebut merupakan penyebaran paling cepat daripada media sebelumnya yaitu media cetak. Keberadaan televisi hingga kini dianggap sebagai salah satu media komunikasi elektronik yang paling banyak digemari oleh masyarakat, hal ini dikarenakan bahwa karakter televisi dianggap satu-satunya media informasi yang menyajikan suatu peristiwa dalam deretan dinamisasi frame hingga pemirsanya bisa terbius dan terprovokasi terhadap isi tayangan yang divisualisasikan. Tidak dapat dibohongi, bahwa si kotak kecil berintelijen tinggi ini telah menjadi suatu kebutuhan hidup masyarakat, mulai dari perkotaan hingga sampai ke pedesaan semua merasa membutuhkannya.

Dewasa ini keberadaan televisi sebagai satu-satunya penyebar informasi tercepat itu telah menjangkau hampir keseluruh belahan dunia. Kecepatan informasi yang disampaikan itu berkat adanya teknologi canggih berupa “satelit komunikasi”. Teknologi inilah yang dipakai oleh dunia penyiaran televisi untuk menyampaikan suatu pestiwa penting kepada masyarakat dengan hitungan detik. Inilah yang pernah dicanangkan oleh Marshal Mac Luhan pada pertengahan abad modern, tentang konsep Global Village  telah menjadi suatu kenyataan. Konsep tersebut mengisyaratkan bahwa dunia ini terlihat dekat seperti dalam suatu genggaman tangan, dimana segala sesuatu yang ada dipermukaan bumi ini dapat berkomunikasi “tanpa batas”, pandangan ini didasarkan pada kenyataan  bahwa teknologi yang terlahir membawa arus informasi dan komunikasi dunia melanda ke semua Negara tanpa bisa dibendung lewat jaringan-jaringan Cyber virtual. Teori tentang Global Village  akan mematahkan konsep sebelumnya, dimana sejakawalnya televisimerupakan barang yang langkah dan mahal, oleh karena itu sasarannyapun terbatas pada kalangan tertentu saja. Namun keberadaan televisi sasat ini dapat dinikmati dan sangat mudah dijangkau oleh seluruh kalangan masyarakat tanpa ada batasan usianya. Melihat antusiasnya masyarakat menikmati siaran televisi, maka para pengelolah penyiaran televisipun ikut berbenah untuk merebut pangsa pasarnya dengan penyajikan acara-acara yang dapat mempengaruhi pemirsanya, hingga terlahirnya siaran-siaran televisi akan selalu memanjakan bagi semua orang. Jam penayangannyapun sudah tidak ada batasan, bahkan ada beberapa stasiun televisi yang mengudara sampai 24 jam siaran. Oleh karena itu siaran-siaran televisi bisa ditonton kapan saja, pada saat-saat luang seperti saat liburan atau saat sehabis bekerja, bahkan dalam suasana bekerjapun terkadang orang-orang masih menyempatkan  diri untuk menonton program-program televisi, hal tersebut dikarenakan selain memberikan informasi secara aktual dan faktual, televisi juga menyajikan acara yang menghibur sehingga masyarakat selalu merindukannya.

Sebuah lembaga penyiaran televisi, tentunya mempunyai program-program siaran yang akan dikomunikasikan kepada masyarakat luas. Tujuan diproduksinya sebuah program acara televisi antara lain sebagai materi acara dalam melangsungkan terselenggaranya siaran televisi, dimana keberadaanya merupakan sebuah media ruang publik yang berfungsi menyebarkan informasi secara aktual dan faktual serta sebagai sarana  hiburan yang murah dan meriah bagi  masyarakat luas.  Secara umum, lembga penyiaran televisi mempunyai klasifikasi program acaranya yaitu dibagi menjadi tiga jenis diantaranya  program acara fiksi, program acara non fiksi dan program acara berita. Dari ketiga jenis tersebut, masing-masing jenis mempunyai bentuk atau format sendiri-sendiri beserta karakteristiknya. Misalkan Produk dari program acara fiksi sendiri antara lain terdiri dari film serial, film televisi (FTV), film pendidikan, film dokumenter dan Sinetron seri. Untuk program acara non fiksi sendiri menggarap variety show, kuis, talkshow, reality show, musik dan lawak. Sedangkan untuk program berita terdiri dari paket berita, dialog, diskusi, investigasi dan feature.

Suguhan berbagai macam program acara televisi dengan kekarakteristikannya itu, akan membuat orang merasa terhibur dan mau untuk meluangkan waktunya duduk berlama-lama didepan televisi menikmati beragam tayangan khususnya tayangan yang memikat di hati sambil minum kopi disertai dengan hisapan cigaret kretek cap “Linggis  Super”, setelah bergelut dengan rutinitas seharian penuh. Namun perlu diwaspahi, bahwa apa yang telah disajikan oleh lembaga penyiaran televisi pada masyarakat dan dibalik itu semua dengan disdari  atu tanpa disadari, televisi telah memberikan banyak pengaruh kepada tagetnya, ia bisa merubah pola hidup seseorng baik yang bersifat positif maupun negatif dalam kehidupan masyarakat, siapapun sasarannya entah anak-anak, remaja ataupun orang dewasa kesemuanya itu tak luput dari pengaruhnya. Dampak tayangan negatiflah yang banyak membahayakan bagi psikologi manusia atau pemirsa, perlu dicermati dan diapresiasi oleh kalangan orangtua ataupun remaja. Betapa tidak kalau kita amati dan cermati,  mutu perencanaan program acara dari beberapa stasiun televisi, belakangan ini konsep program acara yang telah dibuatnya kurang mendidik, sehingga menimbulkan pengaruh  cukup besar terutama pada kalangan remaja dan anak-anak. Suatu fakta telah terjadi dewasa ini adalah banyak perubahan pola hidup konsumtif, glamour, intanis telah berkembang pesat di lingkungan remaja baik perkotaan maupun pedesaan dan kesemuanya itu merupakan hasil dari peniruan mereka melihat suatu cerita dari penayangan televisi. Fakta lain menggambarkan, suatu tindak kekerasan oleh perlakuan anak kecil kepada temannya, hal itu terjadi semata-mata dikarenakan meniru adegan dari film cerita dalam televisi. Dari beberapa fakta tersebut, banyak kalangan yang mengkhawatirkan  akan perkembangan mutu acara program televisi, dimana dalam implementasinya tidak memperhatikan rambu-rambu “kode etik” dan diluar kontrol oleh pihak KPI itu sendiri,  sehingga hasil tayangannya akan berdampak negatif bagi kalangan pemirsa. Dampak dari hal itu, maka perlu diupayakan adanya suatu apresiasi atau diskusi yang membahas tentang perencanaan program acara televisi dari berbagai macam profesi, sehingga nantinya akan terlahir suatu program acara terobosan baru dengan  mensinergikan berbagai macam profesi dalam suatu perencanaan program acara televisi yang baik, baik dikaji dari aspek pengemasannya maupun dari aspek isinya dimana nanti hasilnya dapat mencerminkan pesan positif dan akan menjadi magnit pencerahan berpikir dalam kehidupan masyarakat.

 

1 Program Acara Non Fiksi

Diantara pengkategorian program-progran tayangan televisi yang disiarkan oleh beberapa stasiun televisi secara meluas itu, program acara non fiksi ternyata mendapat perhatian sebagaian besar masyarakat Indonesia, khususnya para remaja. Perencanaan progam acara non fiksi telah menduduki peringkat tertinggi di hati para penonton remaja atau muda. Program yang tergolong dalan kategori ini banyak variasinya kebanyakan sasaran atau target marketnya adalah anak muda atau remaja. Pada jenis ini banyak dampak sosial yang ditimbulkan terhadap generasi muda, hal itu disebabkab program perancangannya terkadang melenggar etika penyiaran. Tetapi anehnya para pengelolah media begitu saja meremehkan pengaruhtersebut, karena selama tidak ada peringatan dari Lembaga Komisi Penyiaran Indonesia secara resmi, program tersebut akan jalan terus walaupun masyarakat tidak menerimanya. Toh sebagian besar masyarakat Indonesia bisa menerimanya. Inilah kegoblokan dari pengelolah media televisi yang tidak mau menyeimbangkan antara kepentingan bisnis dan kepentingan sosialnya. Harap di ingat penyiaran televisi bukanlah semacam perusahaan produk seperti Indomimie, akan tetapi bersifat penyiaran publik, dimana produknya berinteraksi secara langsung dengan konsumen, apalagi produk penyiaran tersebut diperoleh secara gratis,  masyarakat tentu akan senang menerimanya baik anak-anak, remaja atau orang tua. Bayangkan dari beberapa program tersebut, orientasi perancangannya sekitar masalah hura-hura saja jauh dari ktifitas mengasah daya nalar tinggi. Bahkan ada acara dengan pengemasan menyodorkan presenter atau narasumbernya berpakaian seronok… mengumbar aura sehingga penayngan itu tak pantas diperlihatkan secara umum melalui media publik semacam televisi. Kalau itu yang menjadi magnit sebagai daya tarik masyarakat, lalu apa  makna pesan dari acara tersebut untuk kepentingan masyarakat umum, hasil penerimaan acara tersebut hanyalah pernik-pernik peradaban setan dengan segala atribut terhadap trendnya budaya populer hingga para remaja menjadi ketagihan dibuatnya, untuk kemudian diturunkan menjadi jati diri baru dan menularkannya kepada teman-temannya sampai lahirlah masyarakat cuek, masah bodoh, dangkal daya nalar, alergi dengan istilah keilmiahan hingga pada akhirnya tidak bisa menyelesaikan skripsi… lalu cari strategi untuk membeli…!!!. maka lahirlah generasi bangsa ini dengan sertifikat resmi namun kemampuannya dipertanyakan ketika lulus dan memasuki dunia kerja yang sebenarnya. Inilah cara media menerapkan ideologinya ke dalam praktik-praktik penyiaran, agar kelak televisinya dapat tumbuh dan berkembang. Pasa sasat bersamaan terkadang diluar pengetahuan pengelolah media, apapun bentuk produk media televisi itu dilahirkan dengan menonjolkan kegendengan, kegilaan, kemaksiatan atau pengertian lainnya selalu berdampak pada para remaja sebagai targetnya, karena pada dasarnya manusia selalu mencontoh, atau meniru dan mencoba-coba untuk kemudian diaplikasikan dalam kehidupan. Berbahaya sekali jika tidak dibekali dengan kekuatan ideologi serta prinsip hidup, maka mudah terseret dalam kubangan peradaban yang diragukan keberadaannya dalam kacamata ideologi Pancasila jelas itu…!!!. Lembaga Komisi Penyiaran Indonesia yang membawai keberadaan televisi itu, dalam implementasinya tidak punya nyali untuk menyerang dan membekukan permainan media dalam menyebarkan suatu informasi atau hiburan dengan mengabaikan kepatutan penerapan ideologi bangsa yang menjadi dasar perancangan setiap programnya itu. Kita semua tahu banyak program-program hiburan yang ditayangkan oleh beberapa stasiun televisi itu pada dasarnya adalah menghibur untuk masyarakat dengan cara media, karena kurannya apresiasi, maka masyarakat gak mau tahu apa pesan dibalik dari tayangan tersebut yang penting kita bisa nonton dan senang dibuatnya. Program dari jenis ini adalah  Termehek-mehek dari Trans TV, Indonesia Idol dari RCTI, IN BOX dari SCTV,  Kontes Dangdut dari MNC TV, Bukan Empat mata dari Trans-7  serta program acara dari televisi lainnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

* Program acara non fiksi dengan beragam bentuk dalam pengemasannya itu, akan selalu mempengaruhi remaja sebagai targetnya hingga nantinya menjadi ketagihan terhadap acara tersebut. segala macam bentu penayangan ini akan selalu ditontonnya oleh kalangan remaja dan tentunya akan menerapkannya dalam kehidupan sebagai pembentu jati diri baru menjadi masyarakat berperadaban modern *

 

a. Program Acara Talk Show

Bagian dari program acara non fiksi dimana dalam pengemasannya berorientasi pada imajinasi kreatif terhadap topik tertentu dengan dengan menyertakan suatu permainan tertentu dalam penyajiannya sehingga hassilnya bisa dinikmati oleh masyarakat. Bentuk penyajian program acara jenis ini mempunyai banyak farian dlam penampilannya, selalu ada paduan dalam menjalankan acara tersebut yang menjadi peraturan. Biasanya untuk jenis ini bisaberbentuk perlombaan yang diikuti oleh beberapa peserta dan salah satunya akan menjadi juaranya. Materi topik terdiri bermacam-macam seperti lomb menjawab pertanyaan semutar masalah ibu rumah tangga, masalah pengetauan alam, kesenian termasuk menebak lagu dan penyanyinya serta topik lainnya. Pada kesempatan laian program jenis ini bisa mengupas pengalaman seseorang dimulai dari masa perjuangan sampai mencapai kesuksesan.  Acara dipandu dengan seorang presenter bisa satu atau dua orang yang berfungsi mengatur jalannya pertandingan atau mengatur jalannya pertanyaan dari pementasan tersebut. Dalam keadaan tertentu bisa menghadirkan bintang tamu sebagai dewan juri atau komentator. Paket penayangannya berfariatif bisa 30 menit dan juga bisa 60 menit. tentu saja waktu tersebut juga dikurangi untuk penayangan iklan, seperti waktu tayang 30 menit dikurangi 6 menit untuk iklan dan waktu 60 menit dikurangi 12 menit untuk penayangan iklan. Penayangan program tergantung dari masing-masing stasiun televisi ada yang satu minggu sekali atau 2 minggu seklai. Program non fiksi dalam model Talk Show ini di Ranking 1, Kakek Kkek Narsis dari Trans TV,  Kick Andy, Democrazy keluaran Metro TV, Satu Jam Lebih Dekat  dari TV ONE,  Wants toBe A Millionaire serta bentuk lainnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

* Program acara kategor non fiksi dalam model talk show banyak di terapkan di beberapa stasiun televisi Indonesia dimana kekarakteristikannya disertai suatu pertandingan tertentu atau pengupasan suatu profile seseorang yang ingin dikomunikasikan kepada masyarakat luas dalam fromat tanya jawab *

 

b. Program Acara Variety Show

Bagian dari program acara non fiksi dimana dalam pengemasannya berorientasi pada imajinasi kreatif terhadap topik tertentu dengan menyertakan suatu permainan khusus dimana didalamnya menyajikan suatu keahlian khusus berpa pertunjukan guna pelengkap siaran, sehingga hasilnya bisa dinikmati oleh masyarakat. Bentuk penyajian program acara jenis ini mempunyai banyak farian dalam penampilannya, selalu ada paduan dalam menjalankan acara tersebut yang menjadi aturan. Biasanya untuk jenis ini bisaberbentuk perlombaan yang diikuti oleh beberapa peserta dan salah satunya akan menjadi juaranya. Materi topik terdiri bermacam-macam seperti lomb menjawab pertanyaan semutar masalah ibu rumah tangga, masalah pengetauan alam, kesenian termasuk menebak lagu dan penyanyinya serta topik lainnya. Untuk menambahkan suasana lain di dalamnya disertakan juga suatu pertunjukan yang dimainkan oleh orang tertentu artunya mempunyai ketrampilan khusus dalam memainkannya, misalnya sulap, permainan ketangkasan melempar pisau pada buah yang dipegang oleh orang, Berjalan di atas pisau-pisau serta pertunjukan lainnya. Dalam keadaan tertentu bisa menghadirkan bintang tamu sebagai dewan juri atau komentator. Paket penayangannya berfariatif bisa 30 menit dan juga bisa 60 menit. tentu saja waktu tersebut juga dikurangi untuk penayangan iklan, seperti waktu tayang 30 menit dikurangi 6 menit untuk iklan dan waktu 60 menit dikurangi 12 menit untuk penayangan iklan. Penayangan program tergantung dari masing-masing stasiun televisi ada yang satu minggu sekali atau 2 minggu seklai. Program non fiksi dalam model Variety Show ini dapat dilihat pada Gong Show dari Trans TV,  Dasyat dari RCTI,  Play List dari SCTV dan Raja Gombal dari Trans-7

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

* Program acara non fiksi dalam model variety show, merupakan program acara dengan menyertakan beberapa bentuk keahlian khusus sehingga nantinya akan menjadi daya tarik bagi penonton yang melihatnya *

 

c. Program Acara Reality Show

Bagian dari program acara non fiksi dimana dalam pengemasannya berorientasi pada imajinasi kreatif terhadap kisah nyata atau peristiwa yang sebenarnya dengan pengemasan melalui cerita tertentu, sehingga masyarakat akan ikut merasakan suatu sugesti terhadap acara tersebut. Bentuk penyajian program acara jenis ini mempunyai banyak farian dalam penampilannya, selalu ada paduan dalam menjalankan acara tersebut yang menjadi aturan misalkan acara dari Indosiar Take Me Out Indonesia dimana seseorng memilih pasangannya dengan aturan main tertentu. Bentuk lain bisa melalui suatu cerita yang mengungkap tentang kronologi kejadian tak terduga menimpah dirinya semacam Bedah Rumah dari RCTI. Perancangan tergantung dari kreatifitas perancangnya dan yang menjadi pegangan adalah bahwa rancangan tersebuh harus benar-benar nyata bukan khayalan, namun dalam pengemasannya itulah dituntut imajinasi tinggi dalam memikirkannya. Paket penayangannya berfariatif bisa 30 menit dan juga bisa 60 menit. tentu saja waktu tersebut juga dikurangi untuk penayangan iklan, seperti waktu tayang 30 menit dikurangi 6 menit untuk iklan dan waktu 60 menit dikurangi 12 menit untuk penayangan iklan, tetapi banyak stasiun televisi menentukan durasinya 60 menit. Penayangan program tergantung dari masing-masing stasiun televisi ada yang satu minggu sekali atau 2 minggu seklai. Program non fiksi dalam model Reality Show ini dapat dilihat pada Bedah Rumah dari RCTI,  Pemberian Misterius, Minta Tolong keluaran SCTV, Take Me Out Indonesia persembahan Indosiar, Termehek-Mehek dari Trans TV

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

* Program acara non fiksi dalam model Reality Show merupakan program acara dengan mengandalkan imajinasi tinggi dalam mengolah suatu kejadian nyata atau kejadian sebenarnya menjadi sebuah program menarik hingga pemirsa yang melihatnya menimbulkan sugesti atas yangan tersebut *

 

d. Program Acara Musik

Bagian dari program acara non fiksi dimana dalam pengemasannya berorientasi pada imajinasi kreatif terhadap seni musik melalui beragam bentuk penyajian, sehingga masyarakat akan tertarik dengan acara tersebut. Bentuk penyajian program acara jenis ini mempunyai banyak farian dalam pengemasannya, Bisa mengulas tentang profile dari penyanyinya baik individu maupun kelompok atau group dan dilanjutkan dengan pementasan. Bentuk lain bisa melalui suatu pagelaran khusus dari berbagaimacam group bisa di dalam studio ataupun di luar studio. Bentuk penayangan video clip juga bisa sebagai alternatif dalam penyajiannya. Dalam penyiarannya pun bisa ditentukan secara taping atau siaran tunda maupun siaran langsung atau live seperti yang dilakukan oleh SCTV dalam program acaranya IN Box itu.  Paket penayangannya berfariatif bisa 30 menit dan juga bisa 60 menit bahkan ada juga sampai 120 menit dalam rangka memperingati acara tertentu, misalnya ulang tahun staiun televisi tersebut atau peringatan lainnya. tentu saja waktu tersebut juga dikurangi untuk penayangan iklan sesuai dengan kententuan stasiun televisi penyelenggara. Penayangan program tergantung dari masing-masing stasiun televisi ada yang satu minggu sekali atau 2 minggu seklai. Program non fiksi dalam model seni musik ini dapat dilihat pada Country Rouad dari TVRI,  In Box keluaran SCTV, Halte Musik dari Global TV, Grebeg Pasar, Tarung Dangdut dari TPI/MNC, Zona Memory dari Metro TV, Radio Show dari TV ONE.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

* Program acara non fiksi dengan model musik merupakan acara musik dari berbagai macam pengemasannya baik yang diadakan secara langsung maupun tidak langsung, telah memberikan warna dalam keragaman acara televisi. Sasaran acara jeni ini kebanyakan adalah anak muda terkecuali dari Metro TV memang mengkhusus mereka yang pernah merasakan hidup di tahun era 80-an *

 

e. Program Acara Infotainment

Bagian dari program acara non fiksi dimana dalam pengemasannya berorientasi pada imajinasi kreatif terhadap seputar kehidupan tentang selebritis, sehingga masyarakat akan tertarik melihatnya. Bentuk penyajian program acara jenis ini mengupas tentang segala macam problematika tentang seluk beluk kehidupan selebritis. Penyajiannya biasanya bersifat naratif, mirip dengan gaya pemberitaan.  Dari sinilah sebagian masyarakat yang pro dengan acara ini mengkategorikan sebagai program berita. Tetapi menurut penulis itu tidak benar, infotaiment digolongkan dalam program acara Non Fiksi atau program acara hiburan. Alasannya kalau program berita dasarnya adalah fakta dan aktual, sedangkaninfotainment mengupas permasalahan tetapi datanya adalah gosip, suatu keadaan yang ragu-ragu, seandainya dan gak jelas kebenarannya. dari situlah kaum jurnalis menolaknya. Program ini sering mengupas hal-hal yang glamour dimana pembicaraannya mengumbar aip orang lain yang disebarkan kesana kemari bahkan dibenturkan kepada orang lain sehingga menimbulkan polemik berkepanjangan antar selebritis. Targetacara ini adalah remaja dan para ibu-ibu hingga mereka ketagihan dibuatnya. Majelis Ulama Indonesia pernah melarang umatnya untuk menonton acara jenis ini, karena sangat menyesatkan orang. Dari sinilah banyak remaja yang meniru gaya artis pujaannya itu.  Paket penayangannya berfariatif bisa 30 menit dan juga bisa 60 menit tergantung dari stasiun televisi yang merancangnya. Herannya program ini paling banyak penyiarannya menyaingi paket berita, dari pagi, siang, sore sampai malam haripun masih disiarkan. tentu saja waktu tersebut juga dikurangi untuk penayangan iklan sesuai dengan kententuan stasiun televisi penyelenggara. Penayangan program tergantung dari masing-masing stasiun televisi ada yang seminggu 3 kalai, satu minggu sekali atau 2 minggu seklai. Program non fiksi dalam model infotainment ini dapat dilihat pada Hot Shot, Was-was dari  SCTV, Silet dari RCTI, Investigasi Selebritis dari Trans TV.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Program acara non fiksi dalam model Infotainment, merupakan program acara yang mengupas tentang seluk-beluk kehidupan seorang selebritis, Program ini pernah di larang di tonton oleh umat islam oleh Majelis Ulama Indonesia, dikarenakan isi dari acaranya mengupas aip orang di muka umum *

 

e. Program Acara Lawak

Bagian dari program acara non fiksi dimana dalam pengemasannya berorientasi pada imajinasi kreatif terhadap suatu hal yang mengadung suatu kelucuan atau humor, masyarakat tertarik melihatnya. Bentuk penyajian program acara jenis ini kebanyakan pementasan atau semacam pementasan teater. Biasanya penyajiannya berbentuk kelompok atau group, dimana group ini memainkan suatu cerita tertentu dengan gaya pembicaraan yang lucu atau penuh dengan keceriahan. Target acara ini adalah remaja dan juga bisa orang dewasa. Paket penayangannya berfariatif bisa 30 menit dan juga bisa 60 menit tergantung dari stasiun televisi yang merancangnya, tentu saja waktu tersebut juga dikurangi untuk penayangan iklan sesuai dengan kententuan stasiun televisi penyelenggara. Penayangan program tergantung dari masing-masing stasiun televisi ada yang seminggu 3 kalai, satu minggu sekali atau 2 minggu seklai. Program non fiksi dalam model infotainment ini dapat dilihat Ketoprak Humor dari RCTI, Opere Van Java, Sketsa Tawa, Tahan Tawa dari Trans TV.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

* Program acara non fiksi model komedi atau lawak, merupakan program acara yang dirancang dengan mengandalkan suatu kelucuan atau komedi, sehingga masyarakat dibuat sakit perut berkat penampilan dari kelucuan gaya bicaranya itu. Biasanya program ini dibuat dalam bentuk group, jarang yang menampilkannya sendirian  *

 

DAFTAR PUSTAKA :

 

* Beberapa foto di share dari situs-situs terkait sesuai topik permasalahan semata-mata untuk “Kepentingan Misi Sosial” dalam bentuk pembelajaran maya berbagi pengetahuan pada sesama, Bukan untuk  ”Kepentingan Bisnis” *

 

1.   Ben Sawyer, Dave Greely. 2004. Online Broadcasting Power. Muska & Lipman

2.   Jones, Frederic. 2002. Digital Video : Haw to do Everything with. Ma  Graw Hill. Osbone

3.   Dale, Edgarv. 1991. How to film appreciated Motion Pictures. New York, : Arno Press Fourt edition

4.  Monaco, James. 1981. How to Read a Film. New York : Oxford University Press. revised edition

5.   Wurtzel, Alan & Stephen R. Acker.1989. Teleision production. Trird Edition. Mc Grawhill. Inc

6.   Yuri, Gabriel.1973. Thinking About Television, London : Oxford University Press

7.   Fred Wibowo. 2007. Teknik Produksi program Televisi. Yogyakarta : Pinus Book Publisher

8.   Dennis, Fitryan G. 2008. Bekerja Sebagai News Presenter, Jakarta : Penerbir Erlangga

9.   E.B. Surbakti. 2008. Awas Tayangan Televisi. Jakarta : PT. Elek Media Komputindo

10. Suprapto.MS, Tommy. 2006. Berkarier di Bidang Broadcasting. Yogyakarta : Media Pressindo

11. Labib, Muh. 2002. Potret Sinetron Indonesia : Antara Realita Virtual dan Realitas Sosial. Jakarta : MU3

12. Riswandi. 2009. Dasar-Dasar Penyiaran. Jakarta : Graha Ilmu

13. Mulyana, Dedy, Idi Subandi Ibrahim. 1997. Bercinta dengan Televisi. Bandung : Remaja Rosda Karya

14. Arifin, Eva. 2010. Broadcasting Tobe Broadcaster. Yogyakarta : Graha ilmu

 

Tags: , ,

Leave a Reply

*