BANGSA BESAR ADALAH BANGSA YANG MENGHARGAI BUDAYANYA SENDIRI

TERBENTUKNYA ALAM SEMESTA DAN PERADABANNYA

TERBENTUKNYA ALAM SEMESTA DAN PERADABANNYA

Oleh : Teguh Imanto

teguhs blog logo fin

Keberadaan alam semesta dengan segala macam isi di dalamnya telah membuat setiap orang merasa tajup terhadap fenomena alam yang terus menerus mengalami kekonsistenan pergerakan dari waktu ke waktu dalam ruang begitu luas tanpa batas. Berbicara menyangkut keluasan alam semesta itu, hingga sampai sekarang ini tidak dapat dibuktikan secara ilmiah oleh manusia segenius apapun dengan teori pengetahuan modern serta kecanggihan teknologi hasil eksperimentasi pergolakan pemikiran manusia tak mampu melawan kekuatan alam yang begitu ultra megahnya itu dengan suatu kepastian. Hasil yang didapat dari pengamatan manusia terhadap fenomena kekuatan alam semesta itu hanyalah sebatas rekaan-rekaan hingga menimbulkan suatu asumsi. Sebagai sifat keingin tahuan dari manusia, maka dengan akal dan pikirannya itu, ia  selalu mencoba-coba untuk membaca fenomena-fenomena dari kekuatan alam semesta ini untuk menemukan sifat dan ciri-ciri yang ada di dalamnya hingga nantinya dapat dijadikan suatu acuan dalam bersikap mengarungi hidup yang tak terlepas dari keberadaan alam semesta itu sendiri, untuk selalu berdampingan dengannya. Banyak para ilmuwan yang tertarik dalam mengamati gejala-gejala alam semesta baik dilatarbelakangi oleh rasa keagamaan yang mengagumi akan ciptaaanNya seperti filsof Thomas Aquinas dengan pendapatnya Segala sesuatu itu dari  yang di Atas dan akan kembali pula ke Atas, hal ini berlangsung pada masa era kekuasaan gereja di abad ke 12 atau juga bisa dilatar belakangi oleh lahirnya ilmu pengetahuan untuk kelangsungan kehidupan manusia dengan alam sekitarnya yang belakangan hasilnya tampak dan dapat dirasakan oleh manusia itu sendiri, ketika memasuki era modern di abad ke 19 sampai 21, dimana ilmu pengetahuan ini telah berhasil mewujudkan berbagai macam teknologi sampai akhirnya kecanggihan teknologi terkini dapat merubah pola hidup atau orientasi kehidupan manusia di bumi menuju peradaban yang lebih tinggi demi meningkatkan kualitas hidup manusia itu sendiri. Berbicara tentang alam semesta inipun pernah dikemukakan oleh filsof  Yunani Kuno bernama Plato yang mengungkapkan tentang keberadaan “Ide” dalam diri manusia sebagai satu-satunya paling berharga. Dengan ide ini pula manusia berpikir dan mengolah apa yang ada dalam pengamatannya hingga menemukan suatu pendapat tentang reaksi dari fenomena alam semesta disekelilingnya itu. Lewat ide ini pula Plato melahirkan suatu pendapat yang mengungkap tentang keberadaan alam semesta lewat  ”seni”, bahwa seni merupakan suatu tiruan yang ada dalam alam semesta atau dikenal dengan nama “mimesis”. Pengertian ini menegaskan bahwa segala macam karya seni hasil ciptaan manusia merupakan suatu tiruan dari fenomena alam semesta. Lewat pendapat plato juga bahwa dunia ini terlihat datar, hal itu disebabkan karena ukuran luasnya terlalu besar. Pernyataan ini menjelaskan pada kita, bahwa Bumi yang sebenarnya bulat itu, dikarenakan ukurannya terlalu besar itulah menyebabkan pandangan mata mengisyaratkan kesan datar, namun apabila kita pergi ke tepi lautan yang bebas dan luas, maka akan terlihat garis horizontal permukaan laut itu akan selalu menurun ke arah kiri dan kanan, dari situlah jawaban bahwa bumi itu bulat akan dapat diketemukan.

Perkembangan ilmu pengetahuan dalam bidang astronomi mengalami titik terang ketika Nicolaus Copernicus mengemukakan teorinya, bahwa matahari adalah pusat dari peredaran planet dalam susunan tata surya. Pendapat ini dianggap menjungkir balikkan dari teori sebelumnya yang dianut oleh dewan gereja kala itu yaitu teori geosentris hasil pemikiran dari Aristoteles yang mengatakan bahwa bumi adalah pusat dari pergerakan alam semesta, sehingga pendapat dari Nicolaus Copernicus menyalahi aturan yang telah ada dan untuk itulah dewan gereja yang berkuasa pada masa itu menghukumnya. Ilmu pengetahuan bidang astronomi makin sempurna ketika Galileo Galilei dapat menyempunakan teleskopnya, sehingga bisa mengamati gejala-gejala alam semesta dan ia juga telah melahirkan teori hukum gerak dan dinamika. Galileo Galilei adalah pendukung pendapat dari  tetori yang dilahirkan oleh Nicolaus Copernicus tentang peredaran planet di alam semesta ini, dari pendapatnya itulah Dewan gereja yang berkuasa pada masa zaman peralihan itu telah menghukumnya dengan putusan melarang keluar rumah hingga ia meninggal dunia. Namun dalam era modern melalui Paus Yohanes Paulus ke II di tahunn 1992 menyatakan secara resmi, bahwa keputusan yang diambil oleh dewan Gereja kala itu adalah salah dan melalui pidato Paus Benediktus XVI menyatakan bahwa Gereja Katolik Roma merehabilitasi nama Galileo Galilei sebagai seorang ilmuwan bidang ilmu astronomi.

Dengan dilatar belakangi  pendapat Nicolaus Copernicus bahwa bumi ini bulat dan terus berputar, maka pemikiran dari seorang pelaut berkebangsaan Spanyol bernama Columbus itu mempunyai pemikiran seandainya saya berlayar terus mengarungi samudra yang luas sampai keujungnya itu, maka akan kembali ke tempat semula saya berdiri di sini. Dari keyakinannya itulah Columbus mengembara mencari benua baru. Dari idenya itu Ratu merestuinya dan memberikan hadiah menjadi orang pertama atau gubernurnya terhadap pulau yang mereka temukan. Perjalanan Columbus benua baru itu, dimulai pada 3 Agustus 1492 dengan mengendarai 3 buah kapal dan dalam perjalanan panjangnya dia akhirnya menemukan juga dari benua tersebut seprti idamannya suatu daerah di India, padahal sebenarnya benua itu adalah benua Amerika yang dihuni oleh suku aslinya bernama Indian itu. Dari rentetan para perintis bidang ilmu astronomi inilah akhirnya timbul berbagai macam penelitian tentang keberadaan alam semesta hingga puncaknya pada hadirnya teori “Big Bang”  sebagai salah satu teori yang dapat dipercaya sebagai landasan penelitian ilmiah, karenaa data-data yang didapat mendekati kesempurnaan dalam mengutarakan awal terjadinya alam semesta ini.

 

 

 

 

 

 

 

* Fenomena alam semesta yang begitu mengagumkan itu telah membuat manusia yang serba mempunyai sifat keingin tahuannya itu dan melalu para Filsof dan ilmuwan seperti Thomas Aquinas, Plato, Nicolaus Copernicus, Galilei Galileo dan Columbus telah melakukan pengamatan dan penelitian tentang alam semesta hingga nantinya lahir ilmu pengetahuan dan terus berkembang di masa depan *

 

A. Lahirnya Ilmu Pengetahuan melalui beragam teori

Hadirnya ilmu pengetahuan modern yang dilahirkan oleh para ilmuwan dari berbagai belahan dunia ini, akan terus memacu penelitian dari generasi ke generasi dan hasil dari penelitian itu ternyata tak mampu menunjukkan secara pasti tentang proses awal terjadinya pembentukan alam semesta ini. Hasil yang terjadi adalah memperkirakan kejadian tersebut setelah terjadi suatu ledakan maha dasyat yang dikenal dengan istilah “Big Bang” itu, serta retetan apa yang akan ditimbulkan atau akan terjadi sesudahnya. Sampai detik ini, belum ada yang menemukan suatu teori secara pasti tentang penyebab dari terjadinya ledakan dasyat itu, ilmu pengetahuan yang dihasilkan oleh pergolakan pemikiran manusia itu, hanyalah mampu menghadirkan dalam skala perkiraan asumsi waktu. Dalam aspek keagamaan, agama islam kita mengajarkan, bahwa alam semesta ini merupakan ciptaan Tuhan Allah  SWT yang memisahkan antara langit dan bumi atas dasar kuasaNya, dan manusia tidak mampu melampaui batas-batas pemikiran menyangkut faktor apa  yang menyebabkan hal itu terpisah, hanya Tuhanlah yang dapat mengetahui secara pasti atas  segala ciptaanNya itu. Pemikiran kita akan merenung atas firman Tuhan dalam kitab suci Al Qur’an yang menyatakan

ثُمَّ اسْتَوَىٰ إِلَى السَّمَاءِ وَهِيَ دُخَانٌ

Kemudian Dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu masih merupakan asap,… (Al Fushshiilat, 41: 11)

Berbagai macam teori dipresentasikan melalui peralatan percepatan dengan harapan untuk mendapatkan data-data pendiskripsian penyebab dari awal ledakan itu, namun yang di dapat hanyalah diskripsi umum tentang suatu perubahan akan terbentuk setelah peristiwa “Big Bang”  itu terjadi. Dari sini dapat dijelaskan bahwa kekuatan kemampuan pemikiran  manusia hanya bisa membaca  sebatas pada gejala-gejala yang akan ditimbulkan setelah hal itu terjadi. Kenyataan ini telah dilakukan oleh para ilmuwan seperti Edwin Hubble pada tahun 1929 melalui teleskop hasil ciptaannya itu, di observatoriumnya Mountwilson California Amerika Serikat, ia telah mengamati gejala-gejala alam semesta lewat teleskopnya  sehingga dia menemukan suatu teori bahwa alam semesta ini terus bergerak dan mengembang hingga saat ini ujar ilmuwan yang tersugesti oleh pendapat biarawan katolik Roma Belgia George Lemaitre tentang teori ledakan dasyat, walaupun dia sendiri cenderung mengatakan hipotesis atom purba. Kenyataan ini dilandasi dengan pengamatan galaksi melalu teleskopnya itu, bahwa jarak bumi dengan galaksi umumnya adalah berbanding lurus denga posisi lokasi pengamatan, jika jarak galaksi mendekat akan memancarkan warna kevioletan sedangkan galaksi yang menjauh berwarnakan kemerahan.  Selain itu jarak posisi planet satu dengan planet lainnya makin hari makin menjauh, dari sinilah akhirnya dapat disimpulkan bahwa alam semesta ini mengalami terus pengembangan hingga sampai detik ini entah sampai kapan akan berakhir, hanya sudut pandang keagamaan yang dapat menjawab secara pasti dengan didukung oleh rasa keyakinan diri dan keimanan yang tinggi.

Sebenarnya sebelum Edwin Hubble melakukan pengamatan terhadap gejala-gejala galaksi yang terus bergerak, jauh sebelumnya Albert Einstein yang terkenal dengan teori relativitasnya itu telah mengemukakan pendapatnya bahwa alam semesta ini sebenarnya terus mengalami pergerakan antara satu dan lainnya, namun pendapat tersebut disimpannya, karena takut pendapat tersebut dipertentangkan dalam situasi yang berkembang saat itu. pada waktu itu teori tentang alam semesta ini mengacu pada kestatisan alam, artinya bahwa alam semesta ini tidak ada yang awal dan tidak ada yang akhir. Teori ini telah populer dan dikagumi oleh kalangan aliran materialisme dari masyarakat atheis yang tidak mau mengakui kebenaran bahwa alam semesta ini terus mengembang tiada akhir yang dikemukakan oleh Albert Einstein dan Edwin Hubble.

Fred Hoyle pada tahun 1949 mencetuskan istilah “Big Bang” pada siaran radio yang dipancarkan secara luas, pengertian ini menegaskan bahwa semua benda-benda yang ada di dalam alam semesta ini, awalnya adalah satu wujud, dan karena ada sesuatu kemudian timbul suatu ledakan yang maha dasyat dengan kecepatan luar biasa hingga ledakannya memuntahkan  kepingan-kepingan terpental berserakan di  alam semesta. Pada detik-detik setelah ledakan itulah benda-benda yang terpecahkan tadi,  lama kelaman saling menyatu dan berbenturan satu dengan lainnya kemudian menyatu membentuk suatu bola raksasa. pada awalnya proses pembentukan dan penyatuan benda-benda tersebut, menimbulkan suhu panas sekali dan terus menerus berputar hingga akhirnya memadat serta mendingin.  Kumpulan benda-benda tersebut itu makin lama saling menjauh hingga melahirkan suatu susunan tata surya dan galaksi serta bintang yang ada di dalam jagat raya ini. Waktu proses pembentukan itu memerlukan kurun waktu sangat panjang lebih kurang 13,7 milyar tahun yang lalu, hinga terbentuknya susunan tata surya serta benda-benda angkasa lainnya dan benda-benda ini terus mengalami pergerakan antara satu dengan yang lainnya serta saling menjauh hingga jagat raya ini bisa mengembang dan melahirkan suatu keluasan alam raya tak berujung. Hingga  sampai detik inipun Alam semesta terus berlangsung mengalami pengembngan entah samapi kapan, hanya Tuhan Allah SWT yang mengetahui dari hal atas ciptaanNya sebagai suatu jawaban yang sebenarnya atas fenomena alam berdasarkan aspek keagamaan. Dalam aspek ilmu pengetahuan, teori “Big Bang” inilah yang paling mendekati titik pemahamannya secara ilmiah dan dapat dipertanggung jawabkan sebagai teori ilmu pengetahuan berdasarkan data-data yang telah dikumpulkan setelah peristiwa  maha dasyat tersebut terjadi.  Di dalam perspektif keagamaan, agama islam mengajarkan bahwa Al Qur’an adalah Firman Allah SWT, Tuhan semesta Alam yang menciptakan langit dan bumi seperti pada ayat berikut ini

أولم يرالذين كفروا أن السمات واللأرض كانتا رتقا ففتقنا هما وجعانا من الماء كل شيء حى أفلا يؤمنون

“Dan apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian kami pisahkan antara keduanya, dan dari air kami jadikan segala sesuatu yang hidup, maka mengapa mereka juga tidak beriman ?” (QS. Al Anbiya : 30 )

Kajian dari perspektif keagamaan merupakan bentuk pemaparan dengan mengusung suatu keyakinan yang bulat dan rasa keimanan. Di dalam agama islam telah terjabarkan dengan gamblang, bahwa sesuatu itu dapat diamati secara dua kategori,  ada hal yang bersifat nyata dimana fenomena alam dapat tervisualisasi dengan suatu realitas yang dapat tertangkap dengan panca indra baik itu dengan mata secara visual atau dengan suara secara audio ataupun  gabungan keduanya secara audio visual sehingga fenomena tersebut benar-benar ada di depan kita hingga pikiran kita memahami dan mengakuinya berdasarkan fakta yang terjadi. Sedangkan fenomena alam yang bersifat ghaib, rasanya sulit untuk memahaminya secara nyata berdasarkan fakta seperti diatas, tetapi harus didasarkan dengan suatu keyakinan yang kuat dan keimanan tinggi dari seseorang, hal tersebut dikarenakan adanya materi atau zat perwujudan yang membedakannya, oleh karena itu wujudnya tidak dapat diamati secara nyata, hanya orang-orang tertentu saja yang bisa mengamatinya, itupun dengan dimensi lain istilahnya adalah orang yang mempunyai indra keenam akan mampu melihat tanda-tanda khusus  yang diberikan Tuhan kepadanya, dimana orang lain tak dapat melihatnya atau merasakannya, hal tersebut bisa terjadi dikarenakan adanya kedekatan atau ketaatan pada yang menciptakanNya atau atas kehendak dari  Tuhan Allah SWT semata. Untuk itulah Tuhan menciptakan manusia sebagai mahkluk tertinggi diantara mahkluk lainnya, dikarenakan manusia dibekali pikiran dan ahklak agar berusaha berpikir terhadap gejala-gejala dari alam semesta hingga mereka nantinya bisa menemukan jawabannya. Kenyataan ini telah terbukti bahwa teori “Big Bang” dan beberapa teori lainnya yang mengupas tentang keberadaan alam semesta ini, dimana teori tersebut sebagai hasil pergolakan pemikiran manusia pada era modern ini telah berhasil medeteksi fenomena alam semesta hingga hasilnya itu hampir mendekati suatu kesempurnaan untuk menjawab kebenaran dari Firman Allah SWT yang diturunkan pada Nabi-NabiNya. Akal pikiran kita akan merenung dan menghayati betapa dasyatnya karya Tuhan Allah SWT malalui tangan Nabi Musa dapat membelah laut merah hingga menjadi suatu jalan ketika Nabi Musa dan umatnya dikejar-kejar oleh Fir’aun bersama pasukannya yang telah mengaku dirinya Tuhan itu. Kejadian ini sudah tidak asing lagi dari pendengaran kita lewat para ulama disetiap kesempatan untuk menyebarkan Firman Tuhan Allah SWT yang bersumber dari ayat-ayat suci Al Qur’an pada umatnya, meskipun kita tidak pernah menyaksikan kejadian itu sebenarnya, melainkan dengan dasar keimanan. Bahkan kejadian tersebut pernah divisualisasikan dalam format film dengan teknik kamera yang mengagumkan oleh perusahaan film Amerika Serikat dengan judul “The Ten Commandments” atau “Sepuluh Firman Tuhan” sehingga orang-orang seluruh dunia bisa memahami peristiwa tersebut secara maya, walaupun sebatas imajinasi dari kreatornya, namun dalam penciptaannya itu tidak sekedar asal mencipta saja, namun tentunya berdasar dan mengacu pada “Firman Tuhan” sebagai sumber dari dan dijadikan konsep dalam penciptaan film tersebut.

Kalau melihat kejadian  sebenarnya pada masa itu, apakah terbelahnya laut merah dalam sekejab itu menggunakan teknologi…?, dan apakah kejadian itu muncul dengan sendirinya… dalam waktu begitu cepat …?. Logika pemikiran kita tidak mampu untuk menjabarkan hal itu dengan suatu hasil secara pasti dengan berbagai macam teori yang ada, melainkan dengan rasa keimanan yang tinggi sebagai jawabannya. Kalau seandainya dikaitkan dengan karya manusia, manusia mungkin bisa menghacurkan lautan tersebut hingga berantakan saja dengan menggunakan teknologi bom atom dan nuklir hingga laut merah tersebut hancur berantakan saja…, tetapi karya Tuhan Allah SWT lain wujudnya, Bagaimana Laut merah dibelah di jadikan sebuah jalan, dimana luapan air yang bergolak bisa menjadi pagar kanan kirinya. Setelah umat Nabi Musa melewati tepi laut merah, setelah pasukan Fir’aun yang mengejarnya itu  berada di tengah jalan tersebut…, maka luapan air yang menjadi pagar itu dimuntahkan lagi dalam waktu sekejab menjadi lautan kembali hingga pasukan fir’aun tersebut ditelan derasnya air lautan yang bergolak. Apakah manusia dapat menciptakan hal tersebut… walaupun dengan menggunakan bantuan kecanggihan teknologi  terkini sekalipun…?, logika saya mengatakan rasanya tak mungkin hal itu bisa terjadi… alias mustahil…!. Itulah sebabnya ada batasan-batasan yang tidak dapat dijangkau dengan logika pemikiran manusia dan dikaji dengan ilmu pengetahuan secara pasti, hal itu dikarenakan wujudnya mengilustrasikan dimensi keghaiban. Bagaimana sebuah keghaiban bisa menciptakan kedasyatan itu dalam waktu sekejab dan kejadian tersebut itu ketika zaman yang belum tersentuh oleh teknologi dan memang tidak pernah menggunakan teknologi semacam itu seperti yang telah dilakukan oleh manusia dalam mengungkap tentang keberadaan alam semesta ini.

Penelitian berikutnya menghasilkan titik terang ketika ilmuwan Arnold Pengias dan Robert Wilson di tahun 1965 telah menemukan sisa-siasa dari peristiwa ledakan tersebut dalam bentuk radiasi yang tersebar di luar angkasa, penemuan ini diilhami dari ilmuwan fisika dari Amerika Serikat yang mengemukakan suatu hipotesa tentang teori “Big Bang” dan kalau seandainya alam semesta itu adalah suatu hal yang satu dan oleh penyebabnya suatu ledakan dasyat, maka akan menimbulkan suatu sisa-sisa serpian dari ledakannya di luar angkasa. Puncaknya ketika lembaga Antariksa Amerika Serikat NASA telah mengirimkan satelit COBE , Cosmic Background Explorer ke luar angkasa di tahun 1989 untuk meneliti radiasi alam semesta, melalui sensor-sensor yang terpasang dalam satelit tersebut, telah menemukan bukti-bukti berupa sisa-sisa ledakan maha dasyat itu di awal pembentukan benda-benda dalam ruang angkasa sebagaimana diintepretasikan alam semesta ini. Penemuan ini menghebohkan seluruh dunia, bahkan Stephen Hawking telah mengemukakan  bahwa penemuan ini merupakan penemuan yang terbesar dalam sejarah perjalanan ilmu pengetahuan dalam ilmu astronomi di abad ini, bahkan mungkin sampai sepanjang masa.

 

 

 

 

 

 

 

 

* Setelah peristiwa ledakan maha dasyat “Big Bang” itu terjadi, maka serpian-serpian muntahan tersebut berserakan di luar angkasa kemudian menyatu dan berbenturan satu dengan lainnya membentuk kelompok-kelompak yang awalnya panas hingga padat dan mendingin. Edwin Hubblel melalui pengamatan lewat teleskopnya telah mengamati benda-benda tersebut semakin lama semakin menjauh sehingga melahirkan teori pengembangan alam semesta. Pembentukan ini memerlukan waktu yang panjang lebih kurang 13,7 milyar tahun sampai akhirnya membentuk susunan tata surya bersama galaksi serta bintang-bintang lainnya. Adalah Stephen Hawking yang mengemukakan bahwa NASA melalui satelit CUBE telah menemukan sisa serpian dari ledakan itu hingga menghebohkan  penelitian dalam bidang astronomi *

 

B. Terbentuknya Material Bumi dan Air

Sejak terjadinya “Big Bang” peristiwa ledakan yang maha dasyat itu, ruang hampa alam semesta telah dipenuhi dengan asap panas yang saling bertabrakan. Pada posisi ini alam semesta telah menciptakan bentuk atom pertama berupa hidrogen yang menghasilkan energi panas luar biasa. Seiring dengan percepatan waktu unsur-unsur materi lainpun sedikit demi sedikit tercipta hingga nantinya mengarah pada  pembentukan grafitasi. Akibat grafitasi ini, akibatnya gerak atom hidrogen tak terkendalikan gerakannya,  sehingga saling tarik menarik menimbulkan berbenturan satu dengan yang lainnya, dari proses ini akhirnya membentuk kumpulan atom hidrogen menyerupai bola raksasa yang amat panas. Pada suatu titik tertentu di inti bola hidrogen ini, suhunya akan terasa amat panas dan pengap,  hal ini bisa diibaratkan dengan adanya semacam sebuah tungku raksasa yang mampu memproduksi atau menghasilkan berbagai macam kandungan materi unsur dalam jagat raya ini. Di dalam inti bola atom hidrogen itu akan terus menerus berproses secara alami dua atom hidrogen akan membentuk satu buah atom helium, dua atom helium akan membentuk satu buah atom berium begitu terus menerus terjadi hingga mencapai pada tahap membentuk atom besi. Proses ini terus berlangsung secara terus menerus berputar hingga pada akhirnya mengeras dan memadat sampai terwujudnya benda-benda luar angkasa raya yang disebut dengan tata surya, galaksi dan bintang termasuk bumi yang kita jadikan rumah ini.

Bumi yang kita pijak ini adalah bagian dari susunan tata surya yang telah terbentuk setelah peristiwa “Big Bang” suatu ledakan maha dasyat itu terjadi selama milyaran tahun. Bumi yang menempati pada posisi ke tiga garis edar mengelilingi  dari sumber energi matahari itu, merupakan suatu keberuntungan dari planet lainnya. Kalau diibaratkan dengan istilah sekarang adalah seperti adanya sebuah iklan besar dalam bentuk billboard menempati posisi yang strategis dalam penemptannya sehingga menarik perhatian orang. Pada posisi ini panas yang dipancarkan dari matahari menembus bumi memungkinkan adanya suatu kehidupan pada periode berikutnya, dibandingkan dengan planet lainnya terutama planet mercurius dan venus yang terdekat dengan matahari, dengan suhu yang panas segitu keberadaan planet ini rasanya sulit diketemukan suatu kehidupan di dalamnya, apalagi palanet yang posisinya jauh dari matahari seperti neptunus maupun pluto dimana planet ini minim dengan sinar matahari. Karena proses suatu kehidupan akan bisa berlangsung jika adanya unsur air yang cukup dan sinar matahari yang tidak berlebihan dan juga tidak mengalami kekurangan atau dengan kata lain pas-pasan saja… weee… kayak lagu dangdut saja… Pada posisi ke empat dari jarak matahari semacam planet Mars, para ilmuwan terutama dipelopori oleh Amerika Serikat lewat lembaga antariksanya NASA telah menemukan sisa atau bekas adanya aliran atau genangan air di planet tersebut, namun untuk adanya suatu bukti dari kehidupan sebelumnya atau hingga kini  masih perlu adanya pembuktian penelitian berikutnya.

Pada awal terbentuknya bumi setelah memadat dan berisi berbagai macam kandungan materi itu, maka proses selanjutnya adalah terbentuknya air di dalamnya. Bumi yang kita pijak ini adalah unik, karena 2/3 dari besar bentuk fisik bumi adalah berisi air lautan dan 1/3nya adalah daratan, dimana daratan ini pada awal terbentuknya adalah menyatu, karena proses pengembangan akhirnya bumipun berevolusi hingga daratannya mengembang seperti terlihat pada peta dunia saat ini. Bagaimana proses terbentuknya air di dalam bumi. Menurut beberapa ilmuwan proses terbentuknya air di bumi ini terjadi lebih kurang 2 milyar tahun yang lalu ketika bola raksasa hidrogen ini telah memadat dan mengalami pendinginan. Proses pendinginan ini dipenuhi dengan lapisan asap yang sangat padat, beberapa ilmuwan telah mengajukan suatu teori bahwa air pada awalnya terbentuk dibumi ini,  dibawa oleh meteor atau astroid ataupun komet, dimana mateor atau astroid serta komet ini mengandung butiran es atau air yang memadat telah jatuh dan menghantam bumi secara terus menerus. Kejatuhan meteor atau astroid tersebut disebabkan karena meteor atau astroid tersebut keluar dari garis edar yang seharusnya hingga jatuh ke permukaan bumi menimbulkan suatu ledakan hingga permukaan bumi menjadi berantakan. Jika metor dan astoidnya itu besar sekali tidak menutup kemungkinan akan menimbulkan lubang yang dalam dan membentuk menyerupai suatu terowongan. Proses ini berlangsung secara terus menerus selama milyaran tahun.

Dari peristiwa jatuhnya benda-benda angkasa yang berjatuhan disebabkan keluar dari jalur garis edar itu, maka menimbulkan suatu reaksi alam yang ada di sekitarnya, dikarenakan kondisi bumi masih panas pada masa itu, maka tetasan air yang dibawa oleh meteor atau astroid tadi akan menguap membentuk suatu awan hingga bumi secara terus menerus dipenuhi oleh awan pekat yang mengadung uap air. Dari proses ini menyebabkan tingkat kepadatan awan menjadi tinggi dan membentuk mendung yang pekat, sehingga bumi waktu itu ditutupi awan atau mendung yang sangat padat, hal ini  menyebabkan sinar matahari tak sampai menembus bumi. Pada saat proses pendinginan awan berubah menjadi mendung itu, akhirnya tak bisa menahan uap air yang berlebihan,  sehingga terjadilah turun hujan pertama di permukaan bumi. Proses ini terus berlangsung dari siang ke malam dari malam ke hari, dari hari ke minggu, dari minggu ke bulan, dari bulan ke tahun, dari tahun ke abad, begitu terus menerus berproses sepanjang masa, hingga air yang turun itu terus memenuhi permukaan bumi, akibatnya dataran bumi pada posisi  rendah akan tertutup oleh air dan akaibat turun hujan dengan intensitas yang tinggi itu, maka permukaan bumi tidak mampu menampungnya hingga meluber kemana-mana dan menerjang dataran rendah, karena air inii terus naik akhirnya daratan yang lebih tinggi itu terkena juga hingga pada akhirnya menjadi lautan yang luas. Pada posisi daratan yang lebih tinggi tidak terjangkaukan oleh air akan membentuk benua atau pulau yang tersebar di berbagai penjuru bumi. Berdasarkan penelitian para ahli geologi, awal terbentuknya bumi dengan lautan tersebut sebenarnya benua dan pulau-pulau yang muncul diatas air dan tersebar di lautan lepas seperti terlihat pada sekarang ini, dahulu pada masa terbentuknya adalah mendekat seolah-olah menjadi sebuah benua yang amat besar, namun karena bumi mengalami suatu proses pergerakan akhirnya beberapa benua yang tadinya saling mendekat secara pelahan bergerak saling berjauhan dari kelompok awalnya  dan beberapa benua mengalami penyambungan.  Dari proses ini maka permukaan bumi yang sangat rendah akan menjadi dasar lautan terdalam sementara bibir daratan dari sebuah benua atau pulau akan membentuk sebuah pantai bisa landai dan bisa juga curam tergantung cuaca pada waktu itu yang terus berproses.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

* Setelah bola raksa hidrogen ini mulai terbentuk kepadatannya serta menghasilkan berbagai macam kandungan mineral dalam bentuk materi itu, namun suhu yang terlalu panas itu belum memungkinkan adanya suatu kehidupan. ketika planet ini dihujani dengan astroid atau meteor dan bisa juga komet yang membawa butiran es jatuh akibat terlepas dari garis edar itu, maka menimbulkan awan hingga berlebihan dan berubah menjadi mendung hingga turun hujan proses ini terjadi selama milyaran tahun hingga bumi tak mampu lagi menampungnya, mengakibatkan air menjadi meluap dan menutupi permukaan bumi hingga melebar dan menjadi lautan lepas. akibatnya permukaan bumi yang tadinya utuh dalam bentuk kepadatan hidrogen berupa daratan itu, akhirnya terpecah menjadi benua dan pulau-pulau yang dikelilingi oleh lautan  *

 

C. Bumi Mengalami Proses Evolusi

Pada waktu proses pembentukan fisik bumi, bumi itu sendiri telah memproduksi kandungan materi di dalamnya yang pada awalnya terbentuk dari aton hidrogen, Melalui proses yang panjang itu bumi secara alamiah berevolusi membentuk kandungan-kandungan material lain dimana nantinya akan mengalami suatu proses selanjutnya memungkinkan tumbuhnya kehidupan di dalamnya. Setelah Bumi di hajar oleh hujan meteor atau astroid dan komet dengan ukuran besar, maka permukaan bumi menjadi berantakan. Persepsi orang jika suatu daratan dihujani oleh ratusan meteor atau astroid ataupun komet akan memusnakan segalanya di permukaan daratan tersebut, tetapi berdasarkan penelitian para ahli geologi dan astronomi yang dipelopori oleh Amerika Serikat lewat Lembaga Antariksa NASA itu , justru sebaliknya mala mempercepat proses pertumbuhan kehidupan selanjutnya di permukaan bumi ini dan istimewahnya microba hasil dari proses perut bumi pada waktu itu justru selamat. Percepatan tanda-tanda kehidupan itu disebabkan oleh meteor atau astroid yang jatuh di daratan itu akan memuntahkan butiran es yang menjadi cikal bakal munculnya air di bumi,  sementara komet yang jatuh membawa asam amino dimana nantinya dapat menghasikan protein untuk proses suatu kehidupan di Bumi pada periode berikutnya. Melalui suatu proses milyaran tahun itu akhirnya bumi diliputi oleh awan pekat hasil butiran es yang menguap dan karena jumlah intensitasnya tinggi itulah akhirnya kandungan  uap air yang banyak tak kuat menahannya, menyebabkan turun hujan secara terus menerus hingga bumi tak mampu menampung air menyebabkan air meluber kemana-mana menutupi daratan yang lebih rendah, karena mengalami suatu proses  sangat lama, maka genagan air itu lama-lama menjadi lautan lepas hingga memunculkan sebuah benua besar.

Bersamaan terbentuknya air di bumi, bumipun mengalami pembentukan kerak  dimana kerak bumi merupakan lapisan terluar dari bumi.  kerak bumi ini mempunyai dua kategori yaitu kerak samudra dan kerak benua, kerak samudra umumnya ketebalannya lebih tipis dari pada kerak benua. Penyusunan kerak bumi berasal dari batuan basalt dengan tingkat kepadatan tertentu sedangkan penyusunan kerak benua berasal dari batuan granit dimana tingkat kepadatannya lebih rendah dari batuan basalt. Kerak bumi  dan mantel bumi bersama sama membentuk litosfer, pada bagian bawahnya terdapat astenosfer berbentuk padat, tetapi dalam kondisi tertentu bisa mengalir seperti cairan yang dapat bergerak sangat lama dan dalam skala geologi pergerakannya sangat lambat serta  dalam posisi kedalaman yang semakin  dalam di dasar laut bentuknya makin kaku, hal ini disebabkan karena adanya tekanan yang tinggi. Dari karakter bumi inilah yang memungkinkan adanya pergerakan dari bagian-bagian bumi hingga bumi bisa bergerak. Lapisan Litosfer dibagi menjadi lempeng-lempeng tektonik dimana posisinya menumpang diatas astenosfer. Lempeng-lempeng ini relatif bergerak antara satu denga yang lainnya dengan bentuk divergen atau menjauh, Konvergen atau bertumbukan dan Transform atau menyamping. Gerakan ini akan terjadi berdasarkan besar kecilnya tekanan yang ada di dalamnya menekan lempeng-lempeng tersebut, sehingga  memungkinkan  adanya terjadi gempa bumi, yaitu bergesernya permukaan tanah di bumi dan hal ini tidak menutup kemungkinan menimbulkan suatu keretakan di bumi. Dalam model lain bisa juga pada aktifitas vulkanik seperti gunung meletus dan proses pembentukan awal dari gunung itu sendiri. Dalam waktu lama proses pergerakan ini juga memungkinkan retaknya bumi hingga membentuk danau dengan sumber air panas.

Para ilmuwan geologi melalui beberapa penelitian telah menemukan kerak bumi yang tertua diperkirakan berusia antara 300-200 juta tahun yang lalu pada proses terbentuknya benua-benua dipermukaan bumi yang pada awalnya berpusat dikutup selatan atau yang sekarang dikenal dengan benua antartika bersama pulau-pulau kecil yang ada disekitarnya telah bergerak menuju ke utara hingga tebentuk benua Gondwana dan akhirnya menyatu menjadi suatu daratan besar dan luas berada di tengah bumi diapit antara kutup selatan dan kutup utara yang dikenal dengan istilah Pangea. Pergerakan benua ini tak lepas dari proses pergerakan bumi yang dipengaruhi oleh terbentuknya lempeng-lempeng bumi dan juga dipengaurhi dengan suasana pasang surut pada masa itu.

 

 

 

 

 

 

 

 

* Selama proses pembentukannya itu bumi terus mengalami evolusi, dimana bumi membentuk kerak-keraknya disertai dengan lapisan didalamnya antara litosfer dan astenosfer. Didalamnya terdapat lempeng-lempeng bumi yang terus bergerak karena adanya tekanan yang tinggi dari dalamnya. Pergerakan lempeng ini akan berpengaruh pada struktur bumi dalam kekuatan besar mengakibatkan suatu keretakan dan dalam waktu yang lama bisa juga memungkinkan pergeseran dari struktur bumi. Keaktifan dari lempeng ini dampaknya dapat dilihat pada terjadinya gempa bumi dan proses pembentukan dan meletusnya gunung merapi serta sumber air panas yang menyembur di  dalam tanah hingga membentuk suatu danau juga tak lepas dari dampaknya*

 

D. Proses Terbentuknya Benua di Permukaan Bumi

Setelah terbentuknya komponen-komponen lapisan dalam perut bumi dengan berbagaimacam kandungan yang saling keterkaitan itu, menyebabkan posisi tanah dalam bumi dalam alam semesta ini tidaklah bersifat statis atau diam, namun karena karakter dari lempeng bumi itu mempunyai sifat selalu bergerak di dalamnya, maka perut bumipun terus berkerja, hal ini seperti yang diperlihatkan pada waktu proses pembentukkan gunung berapi di berbagai belahan dunia. Dari keberadaan gunung berapi tersebut, dalam waktu tak terduga bisa meletus dan mengeluarkan abu serta magma di dalamnya hingga menimbulkan penumpukan lapisan baru di atas permukaan bumi, demikian terus menerus bumi ini berproses antara gunung meletus dan terbentuknya gunung baru secara kontinyu silih berganti seiring dengan putaran waktu dengan segala macam perubahan iklim pada masanya. Karena adanya tekanan tinggi, maka lempeng-lempeng itu terus terdesak hingga menimbulkan suatu benturan dan berdampak pada keretakan dalam struktur bumi sampai akhirnya menimbulkan keretakan dan pergeseran tanah. Bila proses ini berlangsung terus menerus dalam waktu yang lama, secara logika tanah bisa bergerak dan mengalami perubahan . Apabila  tanah di dalam lautan  menimbulkan suatu pegeseran akibat dari keretakan yang ditimbulkan atas bergeraknya lempeng bumi itu, maka tanah yang terhubung di atas permukaan laut sebagai permukaan bumi yang tertinggi dalam bentuk benua atau pulau dengan sendirinya sedikit demi sedikit akan mengalami pergeseran dan berpindah dari tempatnya semula. Dari sinilah teori tentang pergeseran benua yang mengilustrasikan tentang terbentuknya benua besar Pangea itu tercipta dengan berbagai macam penelitan dari para ahli geologi dari generasi ke generasi berikutnya.

Adalah Alfred Wegener seorang ilmuwan astronomi jerman yang mempunyai gelar Ph.D dari University of Berlin itu telah menemukan pemikiran super gila di tahun 1915, dan dibukukan pada tahun 1920 dalam buku bernama “The Origin Of Continets and Oceans” atau “Entstehung Die Kontinente und der Ozeane”,  bahwa lempeng-lempeng yang ada diperut bumi itu terus bergerak dan saling bertabrakan antara satu sama lainnya hingga berdampak pada pergeseran bumi. Dalam pikirannya itu Alfred Wegener mengemukakan bahwa benua-benua yang tersebar di atas permukaan laut diseluruh dunia ini seperti yang terlihat pada peta sekarang ini, pada awalnya benua-benua tersebut merupakan satu benua besar yang di apit oleh kutup utara dan kutup selatan serta samudra Panthalasa.  Di dalam otaknya itu terurai sebuah pendapat “Mungkin pada awalnya benua-benua tersebut telah bergabung menjadi sebua benua yang amat besar, kemudian benua-benua tersebut terpisah-pisah menyebar dikarenakan adanya pergeseran lempeng bumi dari waktu ke waktu dalam kurun waktu begitu lamannya”. Dia memberikan nama  super benua itu adalah “Pangea” yang mempunyai pengertian benua  sangat besar. Pemikiran alfred Wegener ini juga didukung dengan suatu penelitian tentang geologi dari beberapa benua yang menyimpulkan bahwa keadaan geologikal dari benua Amerika Selatan mempunyai kemiripan dengan benua Afrika, hal itu dapat ditunjukkan dengan adanya penemuan fosil flora dan fauna, serta unsur bebatuan yang mempunyai kesamaan, dari situlah bahwa dahulunya benua ini menyatu. Dalam presentasinya itu di hadapan para ahli geologi itu, Alfred menamakan teorinya itu adalah “Continental Drift Theory”, namun para ilmuwan menyanggahnya karena pembuktian itu kurang kuat parameternya dan menganggapnya Alfred pada waktu memikirkan pendapat itu sedang dalam keadaan teler, karena habis minum air badek se ember hingga kepalanya mumet tujuh turunan … weee… akhire ngelantur gak karuan… ngomong karepe dewe…, kata para ilmuwan yang hadir pada waktu itu. American Association of  Petroleum Geologists termasuk yang menyangkalnya dan telah mengadakan simposium untuk memperdebatkan teori pengapungan benua yang dikemukakan oleh Alfred Wegener itu di tahun 1925, termasuk Geologist Franz Kosmat dan George Geylord Simpson pada tahun 1943 juga menentangnya.

pendapatnya Alfred Wegener tidak sepenuhnya pemikiranya itu salah ujr salah satu pendukungnya. Arthur Holmes telah mengidentifikasi pendapat dari Alfred Wegener ini, bahwa bergeraknya benua-benua tersebut disebabkan karena lapisan bumi yang ada didalam itu meleleh dan memijar serta selalu bergerak menuju ke permukaan hingga menimbulkan suatu tumbukan pada lempeng-lempeng tersebut, karena kuatnya tumbukan dan dalam kurun waktu begitu lama dapat menyebabkan adanya pergeseran hingga mengakibatkan bumi bergerak meninggalkan posisi lamanya. Apa yang telah dikemukakan oleh Arthur Holmes itu tidak saja menjelaskan tentang pergerakan dari benua-benua yang terpecah itu saja, akan tetapi juga menjelaskan tentang proses terbentuk dan meletusnya gunung berapi dimana faktor-faktor penyebabnya adalah karena lempeng-lempeng bumi itu terus mengalami pergerakan selama bumi mengalami suatu evolusi dalam kurun waktu selama jutaan tahun. Namun para ilmuwan lainnya sebagian besar tetap menganggapnya pendapat tersebut kurang meyakinkan, sehingga hasilnya diabaikan. Baru memasuki dekade tahun 1950-an setelah dikembangkan Paleomagnetisme sebagai ilmu pengetahuan dari di Cambridge University oleh S. K Runcorn dan Imperial College oleh P. M. S Blackett telah banyak memberikan data yang mendukung dari teori Alfred Wegener tentang posisi India dahulu berada di dalam garis lintang selatan dimana posisi itu sesuai dengan prediksi dari Alfred yang diungkapkan pada tahun 1953. Tahun berikutnya 1959 telah banyak cukup bukti untuk membuka pikiran teori dari Alfred Wegener tentang pengapungan benua ini lebih bisa diterima. Hingga pada tahun 1960 ditemukan bukti pemekaran samudra, membuat teori dari Alfred ini menjadi cikal bakal tentang teori tektonic Lempeng atau Plate TectonicTheory.

Theory Super Continent yang dikemukakan oleh Alfred Wegener telah memberikan gambaran bahwa keadaan Bumi pada masa jutaan tahun, dahulunya itu adalah berbentuk satu daratan yang disebut “Pangea” terwujud dari beberapa pulau yang mengalami pergerakan karena adanya lempeng-lempeng dari perut bumi itu bergerak hingga nantinya penjadi satu benua besar. Pada periode berikutnya satu benua itu akhirnya terpecah menjadi dua benua yaitu Laurasia terdiri dari Amerika Utara dan daratan Eropa dibelahan utara garis katulistiwa dan Gondwana terdiri dari Amerika latin, Afrika, Asia termasuk Indochina, Antartika, Australia dan Selandia Baru di bagian selatan garis katulistiwa dan kejadian itu berproses pada masa era jurasic atau hidupnya binatang raksasa seperti Dinosaurus. Pada proses selanjutnya pergerakan benua akan menyebar benua Amerika Selatan terpisah dari benua Afrika dan bergerak ke arah barat hingga nantinya menghasilkan lautan antlantik. Benua Antartika yang letaknya di tengah bersambungan dengan benua Australia mulai terlepas dan benua Australia bergerak ke arah timur laut dan terus ke utara. Amerika utara terpisah dengan daratan eropa yang tadinya menyatu dan terus bergerak ke arah barat sampai nantinya terhubung dengan Amerika Selatan. Daratan Eropa terbentuk dari ujung utara Asia dan daratan Asia terbentuk hingga membentuk Indocina yang bergerak ke arah timur dan tenggara sampai nantinya muncul Indochina dimana Indonesia ada didalamnya di apit oleh benua Australia yang terus menju ke utara. Dari pergerakan tersebut, ahkhirnya wajah bumi terbentuk hingga seperti sekarang ini yang kita jadikan rumah untuk mengarungi kehidupan. Pergerakan benua-benua tersebut sangat lambat sehingga getaran bumi tidak terasa ketika kita berada di atasnya. Kelambatan tersebut lebih lambat bila diibaratkan dengan tumbuhnya kuku kita pada waktu ketika kita potong. Sehingga dalam prosesnya itu perubahan bentuk bumi terwujud dibutuhkan waktu ratusan juta tahun dalam proses pembentukaknya dari awal menyatu sampai menyebar seperti sekarang ini. Sebagai gambaran mari kita lihat proses pergerakan bumi dari awal dan mencoba menariknya ke lebih  awal yang dikemukakan oleh Alfred sebagai patokan terbentuknya benua “Pangea” dalam kuruun waktu 250 juta tahun lalu  hingga sampai sekarang ini ketika materi ini dituliskan

 

* Periode Late Proteozoic dalam waktu 650 juta tahun lalu awal benua Pangea kecil dengan beberapa pulaunya ini terbentuk diapit dua lautan bernama Panafrican Ocean di sebelah barat dan Panthalassic Ocean di sebelah timurnya sementara belahan selatan terbentang gunung es yang menyebar kerah barat dan timur *

 

* Era Late Cambrian dalam waktu 514 juta tahun lalu benua Gondwana mulai terbentuk dari bawah kutup selatan menjalar ke bagian tenggara disebelah utaranya terbentuk lautan Panthalassic dengan beberapa pulau di sekitarnya *

 

* Era Middel Ordovician  dalam waktu 458  juta tahun lalu benua Gondwana yang terbentuk bergerak ke utara dan ujungnya sudah mulai melampaui garis katulistiwa dan lautan Paleo Tethis Ocean terbentuk disebelah baratnya didampingi beberapa pulau kecil disekitarnya, sementara lautan Panthalassic terus bergerak ke utara menjadi lautan lepas  *

 

* Era Middel Silurian dalam waktu 425  juta tahun lalu benua Gondwana yang terbentuk bergerak ke utara dengan melepaskan ujungnya menjadi beberapa pulau tersendiri dengan posisii melampaui garis katulistiwa. Benua Gondwana bagian bawah mengembang ke arah barat hingga menciptakan laut Japetus Ocean dan Rheic Ocean. sementara lautan Paleo Tethis Ocean tetap disebelah baratnya didampingi beberapa pulau kecil disekitarnya sedangkan lautan Panthalassic menjadi lautan lepas di belahan utara garis katulistiwa *

 

* Era Early Devonian dalam waktu 390  juta tahun lalu benua Gondwana yang terbentuk makin membesar bergerak ke barat sambil terpecah beberapa bagian menjadi beberapa pulau tersendiri dan beberapa pulau dengan posisi melampaui garis katulistiwa ke arah utara. Benua Gondwana bagian bawah mengembang ke arah barat hingga memecahkan beberapa bagian yang menjadi cikal bakal benua Amerika Selatan dan benua Afika sementara lautan  Rheic Ocean berada diatasnya. Disebelah barat laut benua Gondwana Pulau -pulau kecil itu mulai bergabung dan membesar terbagi dua bagian membelah garis katulistiwa disinilah nantinya menjadi benua Laurasia pada periode berikutnya. sedangkan lautan Panthalassic tetap posisinya menjadi lautan lepas di belahan utara garis katulistiwa *

 

* Era Early Carboniferous dalam waktu 356  juta tahun lalu benua Gondwana yang terbentuk makin membesar dan menjadi benua besar di belahan selatan Sementara posisi laut Rheic Ocean berada di sebelah baratnya. Benua Laurasia yang tadinya terdiri dari banyak pulau itu beberapa telah menyatu sehingga terlihat membesar membentuk sebuah benua sambil dikelilingi beberapa pulau di atasnya menjadi bagian utara garis katulistiwa dimana posisi sebelah timurnya tercipta laut Paleotheis Ocean. sedangkan lautan Panthalassic menjadi disebelah barat dari benua laurasia *

 

* Era Late Carboniferous dalam waktu 306  juta tahun lalu benua Gondwana yang terbentuk makin membesar  di belahan selatan  telah menyatu dengan benua Laurasia dengan posisi tepat ditenah garis katulistiwa. Sementara Benua Gondwana bagian selatan telah menjadi benua es yang menjadi cikal bakal dari benua Antartika termasuk benua Australia yang masih menjadi satu benua.  beberapa pulau ada di atasnya benua Laurasia yang ada dibelahan utara mulai menyatu dan ini yang akan menjadi cikal bakal benua Asia. Benua besar ini diapit oleh  sebelah timurnya tercipta laut Paleotheis Ocean. sedangkan lautan Panthalassic menjadi disebelah baratnya  *

 

* Era Late Permian dalam waktu 255 juta tahun lalu benua Gondwana yang sudah membesar  dan menyatu dengan benua Laurasia menjadi benua awal dari Pangea dimana dataranya mulai ada tanda-tanda terpecah membentuk bagian-bagian benua seperti Amerika selatan, Afika, Antartika dan Australia. Dibagian belahan utara terdapat pulau besar dimana nantinya akan menjadi benua Asia dan Eropa.  Sementara sebelah timurnya terdapat pulau-pulau yang terus bergerak ke uatara diantaranya Indo china, China Selatan dan China Utara yang akhirnya nanti akan membentuk Benua Asia. Benua besar ini diapit oleh  sebelah timurnya tercipta laut Paleotheis Ocean. sedangkan lautan Panthalassic menjadi disebelah baratnya  * (Dari sinilah Teori Alfred Wegener itu Terbentuk)

 

* Era Early Triassic dalam waktu 237 juta tahun lalu benua Pangea telah terbentuk  dengan pecahan benua di dalamnya Amerika Utara, Amerika Selatan, Afika, Antartika dan Australia. Sementara  dibagian belahan utara beberapa pulau telah menyatu menjadi benua besar bakalnya adalah Asia dan Eropa yang tersambung dengan pulau-pulau kecil di sebelah timurnya seperti China utara, China Selatan dan Indo China.   Benua besar ini diapit oleh  sebelah timurnya tercipta laut Paleotheis Ocean dibelahan utara garis katulistiwa dan Tethys Ocean berada di belahan selatan garis katulistiwa. sedangkan lautan Panthalassic menjadi lautan lepas berada di sebelah baratnya  *

 

* Era Early Jurassic dalam waktu 195  juta tahun lalu benua Pangea telah terbentuk  dengan pecahan benua semakin nyata seperti Amerika Utara, Amerika Selatan, Afika, Antartika dan Australia. Sementara  dibagian belahan utara telah menjadi benua besar daratan kecil China utara, China Selatan dan Indo China telah menjadi satu bagian benua besar yaitu Asia dan Eropa.   Benua besar ini diapit oleh sebelah baratnya tercipta laut Atlantis Ocean  sedangkan lautan Tethys  Ocean  di sebelah timurnya *

 

* Era Late Jurassic dalam waktu 152  juta tahun lalu benua Pangea telah terpecah dibelahan utara Laurasia bagian utara dari benua Pangea yaitu benua Amerika Utara telah memisahkan diri dan bergerak ke arah barat.  Sementara Benua besar disebelah timurnya yaitu benua Asia telah terbecah-pecah ujungnya membentuk daratan Eropa. Dibelahan selatan garis katulistiwa menjadi benua Gondwana dengan beberapa benua seperti Amerika Selatan, Afika, Antartika dan Australia tetap pada posisinya hanya benua Antartika memecah bagian utara membentuk India dan  menunjukkan celah dengan benua Afrika. di bagian sebelah baratnya tercipta laut Pasific  Ocean  sedangkan lautan Tethys  Ocean  di sebelah timurnya *

 

* Era Late Cretaceous dalam waktu 94 juta tahun lalu benua Pangea telah  terpecah-pecah menjadi beberapa bagian benua terbagi menjadi dua wilayah antara Antlantik Utara dan Antlantik Selatan. Wilayah Atantik Utara terdiri dari benua Amerika Utara yang mulai terbelah menjadi dua bagian membujur ke arah selatan, sementara benua Asia mulai mekar dan membesar menyatukan beberapa pulau di bawahnya. Wilayah Atlantik Selatan terdiri dari benua Amerika Selatan  mulai bergerak ke arah barat berpisah dengan benua Afrika. Benua Afrika bagian utara mulai terpecah dan pecahannya bergerak ke utara, ini akan  menjadi cikal bakal dari Saudi Arabia. Benua Antartika telah memisahkan diri dari benua Afrika bergandengan dengan benua Autralia. Madagaskar dan India yang tadinya menyatu dengan benua Antartika mulai memisahkan diri dan bergerak ke arah timur laut. Posisi Indo China telah menyatu dengan benua Asia. Di bagian sebelah barat terhempas lautan luas  Pasific  Ocean  sedangkan lautan Tethys  Ocean  berada di bagian timur benua Afrika dan dibawah benua Asia serta utaranya benua Australia *

 

* Era K/T Boundary dalam waktu 66 juta tahun lalu  Beberapa benua besar mulai terbentuk, benua Amerika Utara semakin bergerak ke arah barat dan pecahannya telah tersambung serta membesar di bagian utaranya, dimana nantinya akan menjadi tanah hijau. Beberapa pulau pecahan dari belahan utara benua Afrika mulai bergerak ke arah utara dan ujung barat benua Asia mulai pecah dan memisahkan diri dari benua Asia.  Disebelah selatan garis katulistiwa posisi benua Amerika Selatan semakin bergerak ke arah barat hingga membentuk selat atau lautan South Atantic Ocean. Benua Antartika yang posisinya paling selatan telah menunjukkan pelebaran dan penyambungan dengan beberapa pulau kecil di sebelah baratnya, sementara posisi benua Australia yang masih tersambung itu, bagian ujung timurnya terus bergerak ke arah timur laut. Posisi Grester India semakin bergerak ke arah timur laut menuju ke arah benua Asia dan pulau Madagaskarpun ditinggalkan sendirian di samping timur benua Afrika. di bagian sebelah barat terhempas lautan luas  Pasific  Ocean  sedangkan lautan Tethys  Ocean beruba nama menjadi Indian Ocean berada di bagian timur benua Afrika dan dibawah benua Asia serta utaranya benua Australia *

 

* Era Middle Miocene  dalam waktu 14 juta tahun lalu  lima benua besar telah terbentuk mendekati kesempurnaan. Benua Amerika Utara semakin membesar dan ujung belahan utara sudah semakin sempurna membentuk daerah tanah hijau dan terus bergerak ke arah barat serta bagian selatannya telah tersambung dengan benua Amerika Selatan, dimana sambungan tersebut sekarang adalah Mexico dan Belice. Disebelah timur benua Amerika Utara telah tercipta lautan North Atlantic Ocean Beberapa pulau pecahan dari belahan utara benua Afrika telah menyatu menjadi benua Eropa dan tersambung dengan benua  Asia. Pecahan dari benua Afika telah membentuk daratan Sudi Arabia dan membuat selah laut berbatasan dengan benua Afrika. Benua Asia telah menyatu dengan India yang tadinya telah terpisah dan dibagian tenggara telah melahirkan Indonesia yang tadinya menyatu dengan Asia. Disebelah selatan garis katulistiwa Benua Antartika yang posisinya paling selatan telah menunjukkan pemekaran serta membentuk gunung es disepanjang daratan selatan. Benua Australia terus  bergerak  ke arah timur laut dan melepas daratan Irian menuju ke utara dimana nantinya menyatu dengan Indonesia. di bagian sebelah barat terhempas lautan luas  Pasific  Ocean  sedangkan lautan  Indian Ocean berada di bagian timur benua Afrika dan dibawah benua Asia serta sebelah baratnya benua Autralia *

 

* Era Modern World  adalah era sekarang ini dimana 5 benua telah tercipta dengan sempurna. Perubahan yang mendasar adalah terbentuknya gurun es di belahan AmerikaUtara membentuk Atlantik Utara sebagai kutup utara yang selalu diliputi es.  Benua Eropa makin melebar tersambung dengan benua Asia dan dibawahnya menciptakan laut kecil bernama laut tengah.  Daratan Saudi Arabia telah tersambung dengan daratan benua Asia di batasi dengan celah laut bernama laut merah berbatasan dengan benua Afrika. Sementara sebelah utara daratan Saudi Arabia  membntuk celah laut dengan benua Asia. Ujung selatan india bergerak ke arah timur mengarah ke arah tenggara dengan posisi Indonesia. Posisi Indonesia menunjukkan posisi stabil hanya diberi pulau lepasan dari benua Australia yaitu pulau Irian yang terus bergerak ke arah utara. Disebelah selatan garis katulistiwa Benua atlantik yang posisinya paling selatan telah menunjukkan pemekaran serta membentuk gunung es disepanjang daratan selatan membentuk kutup selatan. Benua Australia terus  bergerak  ke arah timur laut.  di bagian sebelah barat terhempas lautan luas  Pasific  Ocean  sedangkan lautan  Indian Ocean berada di bagian timur benua Afrika dan dibawah benua Asia serta sebelah baratnya benua Autralia *

 

E. Proses Menyatunya Kembali Benua-Benua Sekarang

Beberapa ratusan jutaan tahun kedepan dari mulai sekarang seluruh benua yang ada di permukaan bumi ini secara perlahan-lahan bergerak sesuai jalur awalnya membentuk satu benua kembali seperti benua itu pada awalnya terbentuk. Proses ini akan menimbulkan tertabraknya antara benua satu dengan benua lainnya. Teori ini pertama kali dikemukakan melalui hipotesisnya dari seorang Christopher Scotese sebagai ahli geologi yang mendapatkan gelar Ph.d dari University of Texas di Arington Amerika Serikat. Dia telah menciptakan Project Paleomap, dengan tujan untuk memetakkan bumi selama milyaran tahun lalu dengan dikreditkan dan diprediksikan menyatunya pergerakan benua menjadi satu di masa depan melalui konfigurasi yang disebut dengan Pangea Ultima. Konsep ini didasari oleh permeriksaan siklus masa pembentukan dan pecahnya Super Continents.  Dalam hipotesisnya itu Super Continents menggambarkan suatu keadaan dari semua benua termasuk pulau-pulau kecil yang ada dipermukaan bumi ini akan bergerak menyatu kembali menjadi suatu benua besar seperti pada awalnya benua itu terbentuk dan terpecah. Masa proses pembentukannya dalam hal ini mencapai waktu yang panjang diperkirakan sama dengan teorinya Alfred Wegener yaitu Christopher Scotese memprediksikan sekitar 250 juta tahun ke depan dengan beberapa tahapan. Dalam pandagannya itu, ini adalah suatu  wacana pemikiran yang diarahkan melalui pemetakan, kebenaran dari teori ini masih dipertanyakan dan diperdebatkan. Gambaran dari seorang Christopher Scotese tentang Teori Pangea Ultima itu dapat diilustrasikan seperti pemetaan berikut ini

 

* Era Future World dalam waktu 50 juta tahun yang akan datang. Bumi dalam bentuk sekarang ini secara pelahan akan menyatu kembali di tengah membentuk sebuah benua besar. Benua Amerika Utara akan bergerak k arah timur dan selatan hingga bertabrakan dengan benua Eropa khususnya Britania Raya. Benua Afrika akan naik ke utara hingga berbenturan dengan benua Eropa serta daratan Asia. Sementara itu, Indonesia hilang… ditelan daratan Asia seperti pada awalnya bahwa Indonesia terbentuk dari ujung tenggara benua Asia… weee… terus orang-orang  Indonesia ke depan kemana ya…!!!, mungkin jadi… manusia Atlantis kalieee…!!!.  Sementara itu belahan selatan garis katulistiwa, Amerika Selatan mulai bergerak ke arah timur hingga ujungnya nantin bertemu dengan benua Antartika. Benua Australia secara perlahan bergerak ke arah barat daya menuju ke arah benua Antartika yang pernah melahirkannya.

 

* Era Future World dalam waktu 150 juta tahun yang akan datang. Bumi hampir mendekati antar benua yang selama ini berkeliling secara menyebar membentuk sebuah lingkaran itu. Ujung Amerika Utara akan bergerak ke arah timur  hingga bertabrakan dengan benua Asia, sementara benua Eropa sudah hilang menyatu dengan benua Asia. Pergerakan berikutnya adalah benua Afrika yang telah menyatu dengan benua Asia itu secara pelahan bergerak ke selatan sementara Benua Amerika Selatan terus bergerak ke arah timur dalam waktu bersamaan akan terjadi benturan hingga menyatu kembali antara benua Afrika dan benua Amerika Selatan menjadi satu benua seperti awalnya. weee… serem amat ya… orang-orangnya pasti jungkir balik kesana kemari…!!!.  Sementara itu Benua Asia bagian tenggara akan turun berberak ke arah selatan menyatu dengan benua Autralia, sampai nantinya bertemu dengan benua Antartika .

 

* Era Future World dalam waktu 250 juta tahun yang akan datang. Bumi melalui permukaan sudah menyatu menjadi sebuah benua baru yang besar seperti semula. Bentuk bumi ini terwujud karena benua Amerika Utara telah bergerak menuju ke timur dan ketemu dengan benua Asia,  sementara benua Amerika Selatan terus mendesak bagian benua Afrika selatan hingga miring ke arah tenggara dan bertemu ujung tenggara dari benua Asia yag terus begerak ke arah barat daya, sampai nantinya berada ditengahnya membentuk danau besar. Sementara benua Australia terus bergerak kearah barat daya sampai natinya menyatu dengan benua Antartika…weee… ganti kondisi alam… berarti ganti penghuni … ???. *

 

F. Awal Kehidupan di Bumi dan Perkembangannya

Selama proses pembentukan bumi menuju kesempurnaan, pada awalnya kehidupan diprediksikan belum memungkinkan, karena proses pembentukannya tersebut suhu bumi masih dalam keadaan panas dan sedang menunjukkan  proses pembentukan keraknya. Sementara tanda-tanda adanya air di planet bumi belum tampak dan sinar matahari sedang menunjukkan intensitas yang tinggi, sehingga tidak memungkinkan adanya suatu kehidupan di dalamnya. Padahal untuk tumbuh dan berkembang biaknya suatu kehidupan perlu adanya unsur air, sinar matahari yang cukup dan lingkungan yang memadahi untuk tumbuhnya suatu kehidupan. Sejak bumi dihantam oleh ratusan benda angkasa berupa meteor, astroid dan komet maka efek dari yang ditimbulkan peristiwa ini membuat keadaan proses  pembentukan bumi menuju kesempurnaan makin jelas bahwa planet ini bisa dihuni oleh suatu kehidupan. Alasan ini akan mengurai  suatu jawaban, bahwa meteor dan astroid yang jatuh ke bumi akan memuntahkan butiran-butiran es di permukaan bumi, karena berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh para ahli bahwa meteor atau astroid ini mengandung butiran-butiran es di dalamnya. Dalam proses waktu yang begitu lama, butiran-butiran es yang jatuh tersebut  akan menguap membentuk up air, dikarenakan kondisi bumi pada waktu itu masih panas, dan up air yang terkumpul akan menjadi awan, karena jumlah awan banyak maka kandungan titik air di dalamnya menjadi tinggi dan lama-lama menjadi mendung, karena terlalu berlebihan akhirnya turun hujan. Dari hujan inilah dalam waktu begitu lama berproses akhirnya menjadi suatu lautan yang menyelimuti bumi dalam kurun waktu Milyaran tahun sejak turun hujan pertama di permukaan bumi ini. Sementara Komet yang jatuh ke bumi akan memuntahkan Asam Amino Acids di permukaan bumi, dimana Asam Amino Acids ini akan mengeluarakan protein lalu melahirkan mikroba yang berevolusi menjadi mahkluk hidup hingga sekarang ini, demikian ujar Jennifer G. Blank, Ph.D., ketua penelitian dari National Meeting & Exposition of the American Chemical Society (ACS). Dari sinilah unsur-unsur tersebut berproses dengan material bumi yang sudah terbentuk serta pancaran sinar matahari yang kian ramah akan membentuk suatu siklus alam hingga terbentuklah kehidupan di bumi ini. Berdasarkan Ilmu Geologi yang mempelajari kulit bumi, maka kehidupan Zaman di planet bumi dapat diklasifikasikan sebagai berikut berasarkan peringkat kehidupan seatu mahkluk seperti berikut ini :

Zaman dapat diklasifikasikan berdasarkan peringkat kehiupan di bumi , diantaranya sebagai berikut :

1. Zaman Archaikum (Zaman Kehidupan Purba)

Zaman ini ditandai dengan proses pembentukan awal bumi yaitu membentuk kulitnya berupa kerak bumi serta material-material lainnya. Pada akhir zaman ini setelah kulit bumi mulai terbentuk, maka ada tanda-tanda kehidupan berupa munculnya micro organisme. Zaman ini terbagi menjadi : 

a. Arkeozoikum 3,5 Milyar Tahun Lalu

Merupakan zaman awal suatu pembentukan lingkungan kehidupan permukaan bumi, Didalamnya belum mununjukkan tanda-tanda adanya suatu kehidupan, karena permukaan bumi sedang dalam proses pembentukan material seperti kerak bumi dan komponen komponen lain di dalamnya seperti litosfer dan astenosfer serta lempeng-lempeng tektonik yang mempengaruhi proses kerja perut bumi. keadaan bumi masih berproses dalam taraf pembentukkan seluruh karakter dari bumi itu sendiri. Ketika memasuki akhir pada zaman ini menuju zamanberikutnya terlihat tanda-tanda adanya suatu kehidupan, setalah bumi mendapatkan air dalam proses pembentukakannya. Kemunculan pertama suatu kehidupan awal dibumi diduga tumbuhnya micro organisme di dalam samudra dalam bentuk bakteri dan ganggang, Hal ini terungkap setelah para ahli geologi menemukan sebuah fosil tua  Stromatolit dan Cyanobacteria dengan umur diperkirakan 3 Milyar tahun lau.

 

 

 

 

* Pada masa ini bumi mengalami pembentukan kulitnya, memasuki tahap penyempurnaan di dalam pembentukanbumi tersebut, maka muncullah semacam ganggang laut dan micro organisme berupa bakteri *

 

b. Zaman Proterozoikum 2,5 Milyar Tahun Lalu

merupakan masa kehidupan awal tumbuh-tumbuhan bersel satu hingga muncul tumbuhan bersel banyak. Jenis tumbuhan ini berada di dalam lauatan atau dipenggir pantai terdangkal, karena mada masa ini dunia air masih dalam pertumbuhannya. Jenis ini termasuk terumbu karang dan terumbuh karang yang paling besar di dunia adalah di benua Australia serta ganggang laut. melalui proses secara alami jenis ini berkembang menjadi tumbuhan ber sel banyak seperti rumput laut. Dari kemunculannya dalam jumlah terbatas dan setelah berevolusi dan melalui proses seleksi alam maka akan berkembang menjadi jenis-jenis lainnya seiring dengan berjalannya putaran waktu dan perubahan zaman. Menjelang akhir zaman ini kehidupan organisme semakin kompleks, dan binatang-binatang bersel satu dan banyak mulai ada dan berkembang biak seperti binatang bertubuh lunak semacam ubur-ubur,  cacing dan koral yang hidup diperairan dangkal atau sekitar dekat pantai. Seiring dengan sutuasi bumi yang terus berevolusi tumbuhan ini akan terus berkembang biak dengan menguarkan jenis-jenis baru hingga kini.

 

 

 

 

 

 

 

* Pada Zaman ini mulai mucul tumbuhan bersel satu hingga bersel banyakpun lahir karena evolusi, sehingga melahirkan jenis-jenis baru tumbuhan pada masa ini seperti ganggang laut, rumput laut dan terumbu karang, Pada jenis binatang bersel satupun juga turut berkembang biak hingga sampai ke binatang bersel bayak serta mengalami suatu proses alami, maka jenis barupun bermunculan hingga kini. Binatang jenis ini semacam Ubur-ubur, cacing laut dan jenis barunya seperti naga laut yang mirip seperti tumbuhan *

 

2. Zaman Palaezoikum (Zaman Kehidupan Primair/Pertama)

Zaman ini ditandai dengan munculnya hewan tak bertulang belakang , hewan bertulang belakang seperti jenis ikan dan perkembangan awal dari munculnya hewan amphibi atau reptil.  Zaman ini terbagi menjadi : 

 

a. Zaman Kambrium 590 Juta Tahun Lalu

Pada zaman ini mulai muncul hewan invertebrata atau Avertebrata, yaitu suatu kehidupan hewan yang tidak mempunyai tulang belakang. Hewan jenis ini mempunyai kerangka luar dan cangkrang yang berfunsi sebagai pelindung. Hampir seluruha kehidupan pada zaman ini berada di sekitar perairan atau lautan. Sekelompok yang hidup dalam masa ini diantaranya adalah , Seponge, Moluska, Echinodermata (sejenis bintang alaut) , Brachiopoda (sejenis kerang) dan Anthropoda (sejenis lobster). Hewan-hewan jenis ini hidup pada perairan atau laut sekitar sebuah benua besar yang waktu itu sudah terbentuk yaitu benua Gondwana di mana benua ini merupakan cikal bakal dari benua-benua seperti Amerika Selatan, Afrika, Antartika, Australia, dan India yang waktu itu belum bergabung dengan Asia. Sementara pulau-pulau kecil berada disebelah Utaranya belum menunjukkan tanda-tanda kehidupan.

 

 

 

* Pada Zaman ini mulai mucul jenis hewan invertibrata yang hidup di dalam perairan atau lautan disekitar benua Gondwana pada masa itu diantaranya hewan   , Seponge, Moluska, Echinodermata (sejenis bintang alaut) , Brachiopoda (sejenis kerang) dan Anthropoda (sejenis lobster). Dalam perkembang biakannya  mungkin menurunkan jenis-jenis baru, sebagai proses dari evolusi alam  *

 

b. Zaman Ordovisium 500 Juta Tahun Lalu

Pada zaman ini mulai muncul jenis ikan tanpa bertulang belakang dan rahang . Jenis hewan yang muncul pertama kali pada zaman ordovisium adalah Tetrakoral, Graptolit, Ekinoid, Krinoid, Bryzona. seiring dengan berkembang biakan hewan-hewan sebelumnya itu mulai melimpah dan beberapa jenisnya seperti Echinodermata (sejenis bintang alaut) , Brachiopoda (sejenis kerang) dan Anthropoda (sejenis lobster) telah menyebar ke berapa wilayah lautan. Belahan selatan dari katulistiwa yaitu benua Antartika yang telah diliputi oleh es itu,  dan karena suhu yang estrim akhirnya beberapa gunung es itu mulai mencair sehingga mengakibatkan meluapnya samudra dan berdampak beberapa pulau akan menutup celah.

 

 

 

 

* Perkembangbiakan jenis ikan tak bertulang belakang dan tak berahang telah melimpah dan beberapa jenis telah menyebar di bererapa lautan *

 

c. Zaman Silur 440 Juta Tahun Lalu

Zaman ini merupakan masa peralihan antara kehidupan di dalam air yang telah tercipta dan melimpah serta menyebar itu, maka kehidupan berikutnya adalah berkembangnya tumbuhan di daratan  pertama  di belahan bumi misalnya tumbuhan sejenis pteridofita {sejenis tumbuhan paku) , Seiring tumbuhnya tumbuhan di darat muncul binatang darat yaitu Eurypterid berwujud kalajengking raksasa dimana kehidupannya berburu ikan-ikan di perairan dangkal . Ikan berahang mulai muncul dilautan , dalam perkembangannya beberapajenis ikan mempunyai alat pelindung diri semacam gerigi di punggungnya. Pada masa ini daratan pegunungan mulai terbentuk dari pengaruh proses bergeraknya komponen-komponen dalam perut bumi, membentang membentuk deretan pegunugan melintasi Skandinavia, Skotlandia dan Pantai Amerika Utara.

 

 

 

*  Masa peralihan perkembangan hewan jenis lautan dan hewan daratan merupakan awal munculnya tumbuhan sejenis paku tumbuh di daratan hingga memunculkan binatang kalajengking raksasa hidup berburu di perairan. Dalam masa yang sama jenis ikan laut melahirkan jenis ikan dengan perlindungan gerigi dipunggungnya *

 

d. Zaman Devon 410 Juta Lalu

Zaman ini merupakan perkembangan yang menjubkan untuk jenis ikan laut dan tumbuhan darat. Daratan dipenuhi dengan perkembangan tumbuhan-tumbuhan jenis baru hasil evoludi dari alam semesta sehingga makin lama menjadi hutan di mana memungkinkan tumbuhnya kehidupan di dalamnya. Ikan-ikan berahang dan ikan hiau telah tumbuh liar menjadi peemangsa ikan-ikan yang lebih  kecil di dalam lautan. Seiring dengan pesatnya pertumbuhan tanaman di daratan maka pada akhir jaman ini telah muncul binatang amphibi dan bergerak ke daratan menjadi suatu siklus kehidupan berikutnya setelah jenis-jenis serangga bermunculan di daratan. Dalam keadaan bersamaan keberadaan samudra menyempit hingga benua Gondwana membesar membentuk daratan Amerika utara dan daratan Eropa.

 

 

 

 

 

* Pada masa Devon perkembangan jenis ikan mengalami percepatan hingga melahirkan jenis ikan berahang dan ikan hiu sebagai pemangsa dalam siklus kehidupan di dalam lautan. Sementara tumbuhan yang berkembang pesat di daratan berdampak pada terciptanya sebuah hutan yang memunculkan hewan reptil semacam amphibi dan jenis serangga pada periode berikutnya *

 

3. Zaman Mesozoikum  (Zaman Kehidupan Secundair/ Kedua)

Zaman ini ditandai dengan munculnya perkembang biakan reptil yang tinggi hingga mengeluarjan keragaman jenisnya dan munculnya binatang raksasa seperti Dinosaurus dan perkembangbiakannya serta menjaelang akhir zaman ini memasuki sedikit demi sedikit kepunahannya.   Zaman ini terbagi menjadi : 

 

a. Zaman Karbon 360 Jut Tahun Lalu

Zaman ini merupakan berkembang jenis reptil dipermukaan bumi setelah muncul di akhir zaman Devon. Reptil mulai berkembang biak dan menetaskan telurnya di daratan sementara sementara hewan sejenis serangga yang telah muncul pada sebelumnya di masa devon telah berkembang biak di masa ini. Tumbuhan jenis pemohonan mulai berkembang semacam jamur Klab, tumbuhan ferm dan paku ekor kuda, dimana keberadaannya tumbuh disekitar  rawa-rawa. Tumbuhan ini muncul disebabkab daratan benua Gondwana telah menyatukanbberapa pulau disekitarnya dan terbentuk daratan luas yang disebut Pangea yang memungkinkan tumbuhnya rawa-rawa di daerah tropis hingga dampaknya sekarang masih tersimpan menjadi batubara di belahan utara.

 

 

 

 

 

* Perkembang biakan hewan jenis reptil ini mengalami percepatan hingga menghasilkan beberapa jenis dalam proses evolusinya. Tumbuhan jenis pohon semacam jamur Klab, tumbuhan ferm dan paku ekor kuda dapat berkembang disekitar rawa-rawa pada daratan benua pangea yang telah terbentuk masa itu *

 

b. Zaman Perm 290 Juta Tahun Lalu

Sebuah istilah “Perm” adalah sebuah nama propinsi tua di dekat pegunungan Ural, Rusia  dan dipakai sebagai klasifikasi pada pembagian zaman kehidupan di permukaan bumi. Pada masa ini perkembangan kehidupan binatang reptil telah menunjukkan kepesatan dalam perkembang biakan. Demikian juga jenis serangga hingga melahirkan jenis baru atau modern perkembang biakan tumbuhan juga menyertainya hingga melahirkan tumbuhan konifer dan Grikgo primitif. Hewan sejenis reptil berupa amphibi ini tidak banyak berperan dalam perubahan siklus kehidupan. Keberadaan zaman  perm ini telah mengakhiri kepunahan micsa dalam skala besar termasuk Tribolit, koral dan ikan menjadi punah. Seiring dengan putaran waktu benua Pangea yang telah terbentuk  dan bergerak sebagai satu  daratan daratan yang luas. Lapisan es menutup Amerika Selatan, Antartika, Australia dan Afrika telah  membendung  dan membekuan air disekitarnya hingga dampaknya menjadikan permukaan  air laut jadi menurun. Seiring dengan menurunnya air laut di daerah tersebut membuat  Iklim menjadi mengering menagkibatkan secara pelahan terbentuknya sebuah gurun pasir di belahan utara bumi.

 

 

 

* Pada zaman Perm perkembang biakan reptil dalam puncaknya hingga menhasilkan jenis baru, sementara tumbuhan tumbuhan konifer berkembang pesat hingga menciptakan hutan yang memungkinkan berkembangnya kehidupan di dalamnya. Dalam waktu bersamaan berubahnya iklem yang estrim membuat mendinginnya air dan membentuk gunung es di belahan selatan Antartika. Perubahan air yang menurun ini akan berdampak pada iklim yang mengering hingga akhirnya membentuk gurun pasir di belahan utara *

 

c. Zaman Trias 250 Juta Tahun Lalu

Pada zaman ini jumlah Gastropoda dan Bivalvia mengalami berkembangan pesat hingga jumlahnya menjdi meningkat, sementara Amonit juga mengalami demikian. Hewan Raksasa yang mempunyai ukuran besar sekali seperti Dinosaurus mulai muncul kali pertama sejak perkembangan terciptanya planet bumi ini. Selain itu Perkembangan hewan jenis reptil berukuran besar sebangsa hewan menyusui seperti mamalia yang disebut Cynodont mulai muncul dipermukaan bumi. Hewan jenis ini merupakan pemakan daging, mereka hidup dengan cara berburu dengan memangsa hewan yang lebih kecil. Perkembang biakan jenis reptil ini juga menghasikan jenis  hewan serupa di lautan misalkan kura-kura dan penyu. Untuk tumbuh-tumbuhanpun mengalami perkembangannya seperti tumbuhan Sikada sejenis Palem berkembang dengan baik sedangkan konifer  telah menyebar di berbagai wilayah. Terkait dengan keadaan bumi, benua pangea yang terbentuk secara pelahanbergerak ke utara, dalam waktu bersamaan dengan situasi ilim yang terus berubah membuat sebagian daerah menjadi sebuah gurun yang luas. Dibelahan selatangunung es telah mencair dan celah-celah daratan sudah mulai terbentuk.

 

 

 

 

 

 

* Pada masa ini perkembang biakan reptil berukuran besar mengalami percepatan, termasuk hewan jenis mamalia pemakan daging. Perkembangan juga memasuki untuk jenis hewan dilautan seperti kura-kura dan penyu. Hewan berukuran besar seperti jenis Dinosaurus mulai muncul pada awalnya di masa ini dan akan terus berkembang dimasa berikutnya. Tumbuhan-tumbuhan juga menyesuaikan pertumbuhannya untuk menciptakan suatu lingkungan hidup hewan-hewan tersebut. Belahan Selatan gurun es telah mencair disebabkan suhu yang ekstrim dan akhirnya membentuk celah-celah daratan *

 

d. Zaman Jura 210 Juta Tahun Lalu

Pada masa ini perkembanga biakan hewan jenis reptil sudah mengalami peningkatan, hingga melahirkan keragaman jenis serta ukuran yangbesar. Hewan sejenis ikan Ichthyosaurus menguasai lautan dan berburu mangsa di dalamnya. Burung-burung pterosaurus telah berkembang biak dengan cepat sehingga mengalami jumlah yang banyak, akibatnya angkasuatu daerah menjadi kekuasaannya. Burung Archeopterya muncul baru pertma di permukaan bumi dan berevolusi di dalam alam untuk berkembang biakan selanjutnya. Jenis-jenis reptil buaya mengalami pekembang biakan menghasilkan jenis-jenis baru. Tumbuhan konifer sudah tersebar di daratan. sementara berkembang juga tumbuhan besar yang bakal menjadi hutan nantinya adalah sejenis tumbuhan Sequoia. Benua pangea mulai terlepas, Amerika Utara terlepas dari benua Afrika bagian selatan. Amerika Selatan berpisah dengan Afika, sementara Antrtika dan Autralia melepaskan diri dari benua Afrika yang sebelumnya bersatu. Dino Saurus mulai menguasai daratan dengan berburu mangsa-mangsanya yang lebih kecil.

 

 

 

 

 

 

 

* Pada masa ini perkembangbiakan reptil telah meningkat hingga penghuni lautan dimunculkan dengan jenis ikan besar yang berburu mencari mangsa di dalamnya. Daratan telah dipenuhi dengan tumbuhan konifer dan jenis pohon Sequola yang bakal menjadi hutan. Keberadaan burung pterosaurus yang jumlah perkembang biakannya cepat membuat dia menjadi penguasa angkasa pada suatu tempat dimana dia berkumpul. Dinosaurus dengan berbagai macam jenis dan ukuran yang besar telah menguasai daratan hingga terjadi perburuan yang berakhir dengan pemangsaan untuk kelangsungan hidup *

 

e. Zaman Kapur 140 Juta Tahun Lalu

Pada masa ini keberadaan dinosaurus masih menguasai daratan termasuk berkembang biakan jenis burung. Pada pertengahan zaman muncul hewan mamalia berari-ari hingga berkembang pada masa berikutnya. Pada akhir zaman ini semua jenis hewan raksasa sejenis seperti Dinosaurus secara pelahan mulai menunjukkan kepunahannya. Sejak kepunahan hewan Dinosurus, mamalia mengambil alih kehidupan dengan disertai kemunculan tumbuhan berbunga dengan berbagai macam corak dan warna. Suasana iklim mulai terbentuk dan berangsur-angsur mulai menunjukkan suatu kehidupan baru dengan punahnya binatang-binatang raksasa itu. Keadaan daratan menunjukkan terpisahnya India dari Antartika dan bergerak terus ke arah timur laut menuju benua Asia dan benua Australia memisahkan diri dari Antartika dan bergerak ke arah timur laut dan ke utara.

 

 

 

 

* Punahnya binatang raksasa sejenis Dinosaurus secara perlahan-lahan di masa kapur dan keberadaan alam digantikan dengan munculnya hewan mamalia serta dibarengi dengan tumbuhnya tumbuhan berbunga. Tumbuhan berbunga ini muncul disebabkan karena suasana iklim bumi mulai terbentuk dan lama-kelamaan membaik hingga memungkinkan berkembangnya tumbuhan berbunga jenis yang baru dimasa berikutnya *

 

4. Zaman Neozoikum  (Zaman Kehidupan Tersier-Kuarter/ Ketiga-keempat)

Zaman ini ditandai dengan kepunahan dari hewan raksasa Dinosaurus bersama reptil raksasa digantikan dengan tumbuhnya mamalia dan hewan menyusui termasuk di lauan. menjelang ke hidupan keempat yaitu memasuki zaman kuater permukaan bumi di belahan utara menjadi pegunungan es sampai pada akhirnya mencair kembali. Dari masa inilah akhirnya muncul jenis manusia modern dan nantinya akan terus beradaptasi dengan lingkungannya hingga memasuki masa kehidupan manusia purba. Pada masa ini di bagi menjadi :

 

a. Zaman Tersier 60 Juta Tahun Lalu (Zaman Kehidupan Tersier/ketiga)

Pada masa ini perkembang biakan reptil berukuran besar mulai mengalami penurunan dan lambat laun mengalami kepunahan. Berkaiatan dengan siklus yang mulai membaik, hewan mamamila termasuk hewan menyusui mulai bermunculan termasuk jenis yang ada di lautan yaitu paus pertama dan di daratan jenis kera pertama yang muncul di akhir masa zaman ini. Perkembang biakan tumbuhan jenis berbungapun mulai banyak dengan beraneka warna seiring dengan perubahan cuaca secara global pada waktu itu, sehingga mempengaruhi proses pertumbuhan silih berganti, antara yang datang dan pergi.

 

 

 

 

 

 

* Pada masa ini Hewan mamalia menggantikan keberadaan hewan raksasa semacam Dinosaurus dan reptil raksasa. Hutan telah dipenuhi beragam tumbuhan termasuk tumbuhan berbunga mulai berkembang dan banyak jenisnya. Perkembang biakan mamalia tidak hanya di daerah daratan saja tetapi juga sampai ke lautan termasuk jenis ikan paus yang sebelumnya di dahului oleh ikan hiu purba *

 

b. Zaman Quarter 1 Juta Tahun Lalu (Zaman Kehidupan Kuarter/keempat)

Pada masa ini ditandai dengan perubahan iklim yang dingin di berbagai belahan utara hingga tertutup es dan menjadi gungung es hingga perubahan cuaca pula membuyarkan bekuan es dalam bentuk gunung itu menjadi cair kembali. Pada masa ini di bagi menjadi dua bagian diantaranya :

 

a) Zaman Deluvium atau Pleistosen 600 Ribu Tahun Lalu

Pada masa ini ditandai perubahan iklim yang ekstrim dengan suhu menurun hingga daratan belahan belahanutara semamacam Amerika Utara, Eropa Utara dan Asia Utara telah tertutup es,seperti pegunungn Alphen, pegunungan Cherpatia dan pegunungan Himalaya. Akibatnya daratan beruba menjadi gunung es yang lebih dikenal dengan zaman es. Keadaan ini terjadi disebabkan keadaan iklim di bumi tidak stabil, ada kalanya naik dan adapula kalanya turun mendadak. Jika iklim panas bumi itu turun samapai banyak, maka daratan akan tertutup oleh es sangat luas dan mungkin menebal, sehingga permukaan air laut menjadi turun dan daratan akan melebar. Sebaliknya jika iklim panas bumi meningkat tajam, maka daratan dan gunung es akan mencair, hal ini akan berdampak pada naiknya permukaan laut hingga menyebabkan daratan tergenag air kembali. demikian terus menerus permukaan bumi ini menunjukkan aktifitasnya sehingga kelangsungan kehidupan akan berpengaruh pada situasi yang ada.

 

 

 

 

* Pada masa ini bumi ditandai dengan pembekuan yaitu ditutupi lapisan es disebabkan karena suhu bumi menurun hingga sebagian belahan utara seperti Amerika Utara, Eropa Utara dan Asia Utara diliputi es termasuk pegunungan pegunungan yang ada disekitarnya. Pada masa ini juga hidup hewan sejenis beruang dan manusia pertama berwujud seperti kera muncul di era Deluvium dan berevolusi dengan lingkungannya sampai menjelang akhir zaman ini *

 

b) Zaman Aluvium atau Helocen 10 Ribu Tahun Lalu

Pada masa mencairnya permukaan bumi yang tertutup oleh lapisan es itu, maka iklim bumi sudah menunjukkan kehangatan dan siklus kehidupanpun mulai membaik serta pada masa ini ditemukan manusia jenis modern yaitu sebangsa (Homo Sapien) dimana manusia ini akan terus berkembang biak menyesuaikan keadaan dimana putaran bumi berlangsung hingga nantinya akan menciptakan peradaban awal hingga berjalan terus menerus dari generasi ke generasi bersamaan dengaan terciptanya lingkungan baru menyesuaikan perkembangan keberadaan bumi dimasa berikutnya dengan segala isinya sampai nantinya seperti sekarang ini. Dalam lingkungan fauna dan florapun dimasa ini ikut menyesuaikannya, seperti muncul berbagai macam binatang semacam beruang kutup, Gajah Purba serta jenis lainnyadan itu akan terus berkembang biak menghasilkan jenis yang baru seiring dengan putaran waktu dalam membentuk siklus kehidupan di permukaan bumi ini.

 

 

 

 

 

* Pada masa ini ditandai dengan mencairnya gunung es yang telah menyelimuti daerah belahan utara bumi disebabkan iklim panas bumi meningkat hingga mencairkan es yang membeku. Seiring dengan mencairnya lapisan es tersebut dan membaiknya iklim di bumi maka kehidupan mulai nampak dengan kemunculan binatang seperti Mammoth gajah purba serta hewan lainnya dan yang menajubjan adalah munculnya manusia cerdas yaitu jenis Homo yang bakal menjadi nenek moyang manusia modern termasuk saya…wee…, dimana nantinya akan beradaptasi dengan lingkungannya dan berevolusi serta berkembang biak dengan menciptakan beberapa peradaban demi kelangsungan kehidupannya…!!! *

 

* TINGGALKAN KOMENTAR ANDA…

Silakan utarakan opini Anda terhadap tulisan ini, guna melatih dan merangsang pemikiran hingga melahirkan suatu pendapat. Komentar yang akan disampaikan hendaknya berkaitan dengan topik permasalahan yang diulas… dan terima kasih sebelumnya… atas kunjungan Anda di Blog ini serta menggoreskan opini lewat komentar…

 

 

Daftar Pustaka :

* Beberapa foto diunduh dari situs-situs terkait sesuai topik permasalahan semata-mata untuk “Kepentingan Misi Sosial” dalam bentuk pembelajaran maya berbagi pengetahuan pada sesama, Bukan untuk  “Kepentingan Bisnis” *

 

Auraro A, Lianko,Ph.D. 2001. Introduction to Earth Science Katha Publicing Co., Inc.

Frich, Wolfgang. Martin Meschede. Ronald Blakey. 2011. Plate Tectonics, Continental Drift and Mountain Building. Dordrecht London New York : Springer Heidelberg.

Yildirim Dilek, Paul. T, Robinson. 2003. Ophiolites In Earth Historys. London : The Geological Society . Special Publication 218.

Parker, Stave. 2004. Atlas Dinosaurus. Jakarta : Penerbit Erlangga.

Joened Pusponegoro, Marwaati. Nugroho Noto Susanto. 2008. Sejarah Nasional Indonesia. Jakarta : Balai Pustaka.

R. Soekmono. 1981. Pengantar Sejarah Kebudayaan Indonesia I. Yogyakarta : Kanisius.

Rasmussen, Larry.L. 2010. Komunitas Bumi, Etika mumi – Merawat Bumi demi Kehidupan yang Berkelanjutan Bagi Segenap Ciptaan. Jakarta : PT. BPK Gunung Mulia.

Hart, Michael H. 2009. 100 Orang Paling Berpengaruh Di Dunia Sepanjang Sejarah. Jakarta : Hikmah.

Hartono. 2007. Geografi : Jelajahi Bumi dan Alam Semesta. Bandung : Citra Raya.

Kitab Suci Al Qur’an

Situs Wikipedia dalam beragam konteks

Situs Resmi National Geographic Indonesia

Situs Resmi Discovery Channel

Situs Resmi NASA

Situs Resmi Musium Indonesia – Musium Geologi Indonesia

Situs Langit Selatan, Majalah Astronomi Indonesia

Serta situs-situs terkait dengan topik permasalahan dan diinterpretasikan ulang dalam pengemasannya, tetapi tanpa mengurangi substansi di dalamnya.

 

Tags: , , ,

Leave a Reply

*